Selasa, 15 September 2015

CARA EFEKTIF AGAR PRODUKTIF MENULIS

Menulis bukan perkerjaan baku dan teks book. Tidak ada aturan baku bagaimana bisa membuat seseorang jadi produktif dalam menulis. Masing-masing penulis punya caranya tersendiri. Bisa saja diikuti, namun tidak juga selalu pas untuk tiap orang. Karena itu setiap penulis perlu menemukan cara menulisnya sendiri yang dinilai paling nyaman.


Tapi berdasarkan pengalaman yang saya alami, ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk membuat kita produktif dalam menulis.


Sediakan waktu khusus untuk menulis

Setiap orang memiliki waktu tersendiri dimana ia biasanya lebih nyaman untuk menulis. Saya lebih suka menulis pada malam hari. Sementara beberapa penulis yang saya kenal, ada yang terbiasa menulis di dini hari menjelang subuh, atau bahkan di jam kerja. Intinya dimana waktu yang paling nyaman dan membuat kita terasa lancar untuk menulis, gunakanlah waktu tersebut untuk menulis.

Nikmati waktu menulis semaksimal mungkin...
(sumber gambar: arismenulis.com)

Tangkap ide dan segeralah tulis

Ide bisa datang dimana saja, seringkali bahkan ditempat yag tidak kita duga. Ketika sebuah ide muncul, segeralah tangkap ide tersebut. Kemudian sesegera mungkin bangun ide mentah tersebut menjadi sebuah ide dasar entah dalam bentuk premis ataupun kerangka dasar. Setelah memiliki waktu yang senggang unuk mulai menulis, kita akan punya setumpuk ide yang bisa kita garap.

Fokus pada target

Setiap mengerjakan sebuah naskah entah itu pendek ataukah panjang, tentukan target kapan kita akan menyelesaikannya. Dan yang paling penting juga adalah pastikan kita memenuhi target yang kita tetapkan tersebut. Beberapa penulis mungkin bisa menggarap beberapa perkerjaan menulis sekaligus, namun untuk tahapan pemula seperti saya, fokus menyelesaikan satu persatu target adalah cara yang lebih disarankan. Nanti ketika kita telah cukup disiplin dan mampu bersahabat dengan deadline, barulah kita mungkin bisa dianggap siap untuk menyelesaikan beberapa karya sekaligus.

Buatlah outline

Untuk sebuah karya panjang, saya biasa membiarkannya mengalir begitu saja. Namun mengerjakan karya panjang dengan terlebih dahulu membuat outline akan sangat membantu. Selain membuat penjaga cerita agar tidak melenceng kemana-mana, outline juga membuat kita bisa membagi cerita dalam bagian-bagian tertentu entah per bab atau per bagian. Hal ini akan terasa sangat meringankan dalam proses pembuatan karya yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan.

Buat diri senyaman mungkin

Lakukan apapun yang bisa membuat kita nyaman ketika menulis. Menyiapkan snack dan makanan, memutar musik kesukaan, memajang foto orang kesayangan, adalah beberapa cara yang mungkin biasa digunakan. Intinya buat kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak menjadi beban.

Pasang tekad kuat untuk menyelesaikan tulisan

Godaan ketika menulis itu banyak bukan main. Mulai dari godaan buat bermedsos, main game, nonton DVD, tidur, macem-macem. Kalau nggak punya tekad yang kuat, menyelesaikan satu karya saja susahnya bukan main. Karena itu tekadkan diri kita ketika mulai mengerjakan sebuah tulisan, kita akan menyelesaikannya. Berikan reward jika seandainya kamu mampu menyelesaikannya dengan baik. Dan sebaliknya, berikan hukuman jika kita tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Terkadang diri perlu sedikit dipaksa agar tulisan selesai...
(sumber gambar: blog.nulisbuku.com)

Jangan pernah berhenti mengisi diri

Membaca adalah keharusan bagi seorang penulis. Dengan membaca, akan memperkaya kosakata dalam menulis. Dengan membaca juga akan menambah pengetahun si pembaca. Membaca adalah modal bagi setiap penulis. Karena itu biasanya kegemaran menulis selalu bermula dari kegemaran membaca. Analoginya, jika kita ingin menulis sebesar buah apel, tidak mungkin kita membaca lebih sedikit dari itu. Setidaknya kita harus membaca sebesar labu. Karena dari pengalaman membaca itulah kita bisa menulis. Sesekali tidak ada salahnya mengikuti pelatihan kepenulisan ataupun berdiskusi dalam komunitas kepenulisan.


Senin, 14 September 2015

PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN PELANGGAN

Dunia marketing adalah dunia yang menarik. Ia tidak habisnya dipelajari dan dikaji, karena dunia satu ini sangat dinamis. Bahkan seperti dikatakan oleh pakar marketing dunia, Philip Kotler, “Cuma perlu satu hari untuk mempelajari marketing, namun untuk menguasainya perlu waktu seumur hidup.”

Secara sederhana, banyak yang mengira bahwa proses marketing adalah proses yang sederhana. Orang awam cenderung menganggap proses marketing sebagai proses menjual produk sebanyak-banyaknya. Namun nyatanya, kegiatan marketing adalah sebuah proses komprehensif yang mencakup berbagai cabang ilmu yang berhubungan secara langsung dan tak langsung.

Salah satu poin bahasan dalam dunia marketing yang perlu dipahami oleh semua marketer adalah tentang bagaimana memahami Costumer Path. Apa itu Costumer Path? Costumer Path secara sederhana dapat dijabarkan sebagai sebuah proses perjalanan pembuatan keputusan pembelian seorang pelanggan.

Menurut Hermawan Kartajaya dalam bukunya WOW Marketing, perubahan era yang kini begitu lekat dengan perkembangan Tekhnologi Komunikasi dan Informasi (TIK) telah mengubah proses Costumer Path ini. Pada era-era sebelumnya Costumer Path dikenal dengan rumusan 4A yakni, Aware, Atitude, Act dan Act Again. Tapi sekarang kita bisa membagi Costumer Path ini menjadi 5 tahapan yang bisa kita singkat sebagai 5A, yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate.
Hermawan Kartajaya, pencetus WOW marketing...
(sumber gambar: millicent.blogdetik.com)

Aware

Ini adalah tahap awal interaksi antara pelanggan dengan produk. Pada tahap ini pelanggan masih cenderung pasif. Pada tahap ini, tugas seorang marketer adalah membuat pelanggan sadar akan keberadaan suatu merk ataupun produk.

Ada tiga sumber pengenalan pelanggan terhadap produk. Yang pertama adalah, komunikasi pemasaran seperti iklan. Yang kedua adalah informasi dari orang lain ataupun komunitas. Dan yang ketiga pengalaman pribadi.

Appeal

Setelah sadar akan keberadaan suatu merek, maka pelanggan harus didorong masuk pada tahap Appeal atau tertarik. Pada tahap ini, dalam benak pelanggan akan terbangun sebuah daftar yang berisi berbagai merek yang membuat mereka penasaran. Dan sebuah brand atau merek haruslah memiliki nilai-nilai lebih tertentu dibanding pesaingnya untuk menjadi yang teratas dalam daftar tersebut.

First Impresion menjadi sangatlah penting. Terkadang pelanggan cukup kejam akibat ketatnya persaingan di era kekinian. Mereka tidak memberikan banyak kesempatan pada merek untuk membuktikan dirinya. Hanya mereka yang bisa memberikan sesuatu yang lebih atau yang lain dari yang biasa sejak dari perkenalan pertama yang akan mampu membangkitkan daya tarik pelanggan. Kalau tidak merek hanya akan lewat sepintas saja dalam memori pelanggan kemudian, menghilang. 

Ask

Pada tahap ini pelanggan aktif bertanya tentang sebuah merek. Simpelnya, bertanya merupakan tanda proaktifnya konsumen dalam kegiatan pengambilan. Proses bertanya ini bisa saja berakhir pada dua kesimpulan positif dan negatif. 

Pada tahap inilah sebenarnya hubungan antara konsumen dan produk mulai terbangun. Tidak hanya dalam bentuk informasi namun juga psikologis. Karena itu pada tahap ask ini, marketing harusnya tidak hanya fokus pada produk namun hubungan dengan konsumen serta sisi human spirit konsumen wajib diperhatikan.

Act

Setelah proses Ask dilalui dan berujung pada kesimpulan positif, maka pelanggan akan melakukan pembelian.  Nah jika produk ataupun brand sanggup membangun Engagement atau keterikatan kuat antara pelanggan dan produk, maka pelanggan akan dengan senang hati untuk memberikan feedback dalam upaya mempertipis selisih antara harapan pelanggan terhadap realitas produk. Pada akhir tahapan ini pelanggan sudah memiliki bonding dengan brand sehingga si pelanggan merasa terlibat terhadap produk.
Marketing bukan lagi, bertujuan membuat pelanggan sekedar kembali...
(sumber gambar: netpreneur.co.id)
Advocate

Ketika engagement sudah berhasil dibangun, dan pelanggan mendapat pengalaman yang positif terhadap merek, maka pelanggan pada umumnya tidak segan-segan lagi untuk merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain. 

Dengan maraknya media dan cepatnya konektivitas saat ini, hal ini akan sangat baik bagi merek karena akan menjadi proses marketing yang akan terus membesar jika dieksekusi dengan baik. Inilah tingkat loyalitas tertinggi pelanggan di era saat ini. Inilah tahapan dimana pelanggan telah menjadi Advocate bagi produk.

Nah perubahan zaman serta perubahan perilaku konsumen inilah yang harus menjadi perhatian dari para pelaku marketing. Harapan agar pelanggan sekedar membeli dan membeli lagi sudah bukan lagi menjadi tujuan proses marketing, melainkan agar para pelanggan mau dengan senang hati merekomendasikan produk atau merek kepada komunitasnya.

Karena itu buat para marketer atau para pengusaha yang baru memulai usaha, berfokus agar mampu menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya tentu tidak ada salahnya. Namun membangun perangkat agar para pelanggan yang datang menjadi seorang pelanggan yang advocate juga tak kalah pentingnya.

Kamis, 10 September 2015

BERDAMAI DENGAN KABUT ASAP

Indonesia mah indah, cuma ke tutup asap...
(sumber gambar: facebook)
Gambar di atas mungkin bukan cuma dirasakan oleh orang Palembang saja, namun juga orang-orang di kota saya, kota Pontianak. Saban tahun, ketika musim kemarau tiba, maka kabut asap akan mulai bermunculan. Makanya sampai ada yang bilang, jika ingin tinggal di Pontianak harus bisa berdamai dengan kabut asap.

Kabut asap memang menjadi masalah tahunan di beberapa daerah termasuk Pontianak dan Kalimantan Barat. Beberapa daerah lain yang berada di Sumatera dan Kalimantan juga mengalaminya, terutama daerah yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan. Walau di daerah-daerah tersebut asap memang paling terasa, dampak dari kabut asap ini dirasakan oleh sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan Singapura pernah mengajukan protes akibat asap yang dikirimkan Indonesia ini.

Yang menjadi kambing hitam dari permasalahan kabut asap ini memang adalah petani dan perusahaan yang kerap kali melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar lahan. Hal ini terjadi karena memang membakar lahan adalah cara yang paling mudah dan murah untuk menyiapkan lahan. Bahkan konon ada yang percaya bahwa untuk tanah gambut, pembakaran lahan justru akan meningkatkan kesuburan tanah ketika di tanam nanti. Sayangnya upaya ini tidak memperhitungkan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Banyak dampak negatif yang dirasakan masyarakat dari kabut asap ini. Dampak paling nyata adalah dari sisi kesehatan. Di Pontianak, selama kabut asap, penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Dampak lain yag paling terasa adalah di industri penerbangan. Jelas akan ada banyak penerbangan yang terpaksa delay bahkan gagal berangkat karena kabut asap. Selain itu banyak aktifitas yang terganggu. Pagi ini saja, di Pontianak aktifitas belajar-mengajar diliburkan karena kabut asap dianggap memasuki taraf berbahaya.

Namun sebagai orang yang tinggal di kota yang memang rutin terkena kabut asap ini, mau tidak mau saya harus bisa berdamai dengan semua ini. Tentu saja yang bisa saya lakukan adalah meminimalisir dampak yang mungkin bisa ditimbulkan oleh kabut asap ini.

Mengurangi keluar rumah

Kabut asap di kota Pontianak sudah memasuki taraf yang berbahaya untuk kesehatan. Karena itu mengurangi keluar rumah adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Waktu yang dianggap paling aman untuk keluar adalah sekitar jam 9 sampai 11 pagi. Di waktu-waktu lain, terlebih malam hari, pagi dan sore sangatlah dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Karenanya dalam situasi kabut asap seperti sekarang, ada baiknya hal-hal yang tidak terlalu penting di luar rumah dibatasi. Selain bisa menjaga kesehatan kita agar terhindar dari ISPA atau penyakit lainnya, kita juga bisa menghemat budget jalan-jalan kita.

Selalu gunakan masker

Namun jikapun kita tidak bisa menghindar untuk keluar rumah, maka senantiasalah gunakan masker. Tujuannya agar organ pernafasan kita tidak terpapar langsung oleh kabut asap yang jelas berbahaya. Mendapatkan masker juga kini sangat mudah. Biasanya di daerah-daerah rawan bencana kabut asap seperti Pontianak, pembagian masker gratis di jalan-jalan raya akan mudah kita dapati. Kalaupun tidak, kita bisa akan mendapatinya di minimarket ataupun apotik terdekat.
Selalu gunakan masker kalau berkunjung di Pontianak saat musim asap...
(sumber gambar: dok. pribadi)
Biasakan hidup sehat

Kabut asap juga biasanya menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi mudah terserang berbagai penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Karena itulah, kita harus mengimbanginya dengan nutrisi yang seimbang. Lakukan gaya hidup yang sehat dengan menghindari rokok dan stress serta beristirahat yang cukup. Seandainya ingin tetap berolah raga, lakukan olah raga yang bisa dikerjakan di dalam ruangan. Dan yang tak kalah penting, perbanyaklah meminum air putih.

Jaga diri dan makanan dari paparan langsung asap

Menghindarkan diri dari asap adalah hal yang juga harus dilakukan. Usahakan agar polusi asap tidak masuk ke dalam ruangan tertutup di rumah, kantor ataupun sekolah tempat kita beraktivitas. Tutup tempat penampungan air yang biasa kita gunakan untuk dikonsumsi. Serta jangan lupa untuk mencuci makanan seperti buah dan sayur dengan bersih. 

Konsultasi ke dokter

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter ketika mulai terjadi gejala-gejala gangguan kesehatan. Untuk mereka yang memiliki penyakit jatung ataupun gangguan saluran pernafasan ada baiknya meminta nasihat dokter untuk menghindari dampak buruk. Sekarang pertolongan kesehatan sudah bisa kita dapatkan dengan mudah. Tidak harus ke rumah sakit, ke puskesmas atau klinik terdekat sudah cukup.

Mungkin itu adalah beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk berdamai dengan kabut asap. Terkadang orang-orang seperti saya yang tinggal di daerah yang tiap tahun harus berhadapan dengan bencana ini merasa jengkel juga. Namun toh menggerutu atau memaki pemerintah tidak akan ada gunanya. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah memastikan bahwa saya dan orang-orang terdekat saya bukan salah satu yang menyebabkan bencana kabut asap ini.

Tentu saja sambil berharap kabut asap yang datang dan datang lagi di setiap musim kemarau bisa ditangani oleh pemerintah. Masa nggak bisa? Saya yakin harusnya sih bisa! Bener nggak?
Kabut asap masih tebal selimuti Pontianak...
(sumber gambar: tribunnews.com)

Rabu, 09 September 2015

KESEHATAN REPRODUKSI : KETIDAKSUBURAN

Anak mungkin jadi dambaan setiap pasangan yang menikah. Tentu sebuah karunia dan kebahagiaan ketika sebuah keluarga dilengkapi dengan kehadiran si kecil yang menggemaskan.

Sayangnya tidak semua keluarga seberuntung itu. Beberapa pasangan terpaksa harus bersabar menanti kehadiran buah hati yang diidamkan. Tidak sedikit yang juga mendapat tekanan dari pihak luar dengan pertanyaan "kapan nih punya momongan?"

Berfoto bersama pak Abrori, M.Kes seusai siaran...
Walaupun cepat atau lamanya kita memiliki anak mutlak adalah kehendak dari Yang Maha Kuasa. Namun tentu manusia memiliki keharusan untuk berikhtiar dan tidak berputus asa. Dan tentu mencari bantuan secara medis adalah cara yang paling tepat untuk menghadapi masalah ini.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya sempat ngobrol bersama bapak Abrori, M.Kes seputar masalah ini saat bersiaran. Beliau adalah pakar dan konsultan di bidang kesehatan reproduksi sekaligus tenaga pengajar di salah satu universitas swasta yang ada di kota Pontianak. Menurut data yang diperoleh beliau dari berbagai sumber, angka ketidaksuburan alias kesulitan pasangan memiliki keturunan memang memiliki peningkatan signifikan. Sebabnya bisa bermacam-macam faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, stres, quality time yang minim, dan kesadaran untuk memeriksakan diri yang meningkat. 

Dan temuan menarik juga menurut pak Abrori, kesadaran yang meningkat dari kaum pria untuk memeriksakan diri telah memberikan sebuah fakta baru bahwa tidak hanya perempuan yang mengalami infertilitas yang menjadi penyebab sulitnya memiliki keturunan. Banyak kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kaum pria juga mengalami infertilitas.

Adapun beberapa faktor yang sering kali menjadi sebab infertilitas adalah karena minimnya quality time dan tekanan stres. Dengan pola hidup masyarakat urban yang kompetitif, hal ini sering kali menjadi kendala bagi banyak pasangan. Belum lagi asupan makanan yang tak sesuai dengan kebutuhan, hal ini makin memperburuk keadaan.

Dari sisi wanita, kesuburan sangat erat kaitannya dengan usia. Pernikahan yang terlalu dini, serta yang terlalu lambat memiliki resiko berkenaan dengan kehamilan. Menurut pak Abror, kesuburan sel telur seorang wanita itu mencapai puncaknya pada usia dua puluhan hingga tiga puluh tahun.

Tidak jarang masalah anak mengganggu keharmonisan rumah tangga...
(sumber gambar: artikelindonesia.web.id)
Dahulu, wanita sering kali dianggap bertanggung jawab pada kasus sulitnya memiliki keturunan. Faktanya, hal ini disebabkan oleh minimnya kaum pria yang melakukan konsultasi ke dokter. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, tampak pula kenyataan bahwa pria juga mengalami banyak kasus infertilitas, yang meliputi kualitas sperma yang buruk, impotensi atau faktor-faktor lainnya. Pria yang memiliki kurang dari 20 juta sel sperma per militer air mani beresiko mengalami masalah infertilitas ini.

Ditegaskan juga oleh pak Abrori, mitos-mitos seputar makanan yang bisa meningkatkan libido tampaknya tidak berpengaruh dengan tingkat kesuburan serta kualitas sperma. Makanan-makanan tersebut yang dikenal dengan afrosidiak cenderung hanya mempengaruhi hormon untuk dorongan aktivitas seksual bukan terkait kesuburan.

Saran yang diberikan oleh pak Abror untuk keluarga yang masih menunggu keturunan antara lain adalah dengan sesegera mungkin untuk berkonsultasi dengan dokter. Tidak usah ragu apalagi takut, karena kerahasiaan terjamin. Ada baiknya pula untuk pasangan-pasangan yang sedang menyiapkan pernikahan juga melakukan konsultasi kepada dokter. Tujuannya agar dapat menyiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam perjalanan rumah tangganya kelak.

Kemudian biasakan gaya hidup yang sehat. Makanan bergizi, menghindari rokok, mengurangi konsumsi makanan dengan zat karsinogen, dan menjauhi stress adalah sedikit cara dalam upaya untuk menjaga kesuburan. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin E dan C serta memperkaya diri dengan suplemen.

Selain itu, segala perangkat yang bisa membuat kita terpapar medan elektrostatis dan elektromagnetik seperti ponsel dan semacamnya, sebaiknya tidak ditempatkan di saku celana. Juga menghindari untuk terlalu sering memakai celana jeans yang terlalu ketat.

Terakhir menjadikan aktivitas seksual sebagai ritual yang saling menyenangkan dan tanpa tekanan serta dengan kualitas waktu yang memadai akan mendorong kegiatan seksual suami istri menjadi aktivitas yang menambah keharmonisan rumah tangga. Hasilnya segala upaya untuk memperoleh keturunan tidak akan menjadi beban dan dilalui dengan enjoy. Dan seandainyapun belum mendapat anugrah yang diharapkan, hubungan suami istri akan tetap erat dan kuat.

MEMBERI NAMA PADA USAHA ATAUPUN PRODUK

Seperti yang sudah sempat saya jabarkan pada post yang berbeda (dapat dibaca di sini) bahwa menentukan nama untuk sebuah usaha ataupun produk tidaklah mudah. Bahkan beberapa perusahaan besar sampai harus menyewa jasa konsultan yang memang berpangalaman di dunia branding untuk membuatkan nama untuk produk atau usaha mereka.

Ada banyak cara untuk memberikan nama. Pun nama untuk sebuah produk atau usaha bisa diambil dari mana saja. Hanya saja, karena nama adalah sebuah idientitas maka nama harus memenuhi syarat tertentu. Selain harus mudah diingat, nama harus memancing tingkat aware yang tinggi dari audience. Tidak hanya itu, nama juga harus mencerminkan image yang ingin dibentuk oleh usaha baik secara jangka pendek dan terutama jangka panjang.

Berdasarkan buku Kamus Branding karangan Mediola B. Wiryawan, ada berbagai macam model pemberian nama yang umumnya dipakai untuk penamaan produk atau usaha.

Berdasarkan nama founder/pemilik

Ini merupakan metode penamaan dengan nama brand atau merk diambil dari nama pendiri atau pemilik usaha. Contoh untuk metode ini dapat kita temui pada brand "Honda" yang diambil dari nama pendirinya Soichiro Honda, ataupun Johnny Andrean, jaringan salon yang sangat terkenal di seluruh Indonesia yang juga merupakan nama pendirinya sendiri.

Brand fashion adalah salah satu yang paling sering menggunakan nama pendirinya...
(sumber gambar: swap.com)
Menjelaskan produk

Penamaan ini memberikan deskripsi untuk produk utama yang ditawarkan. Sehingga, cukup dari namanya saja, kita bisa langsung tahu jenis produk apakah yang diwakili oleh brand tersebut. Contohnya adalah Kentucky Fried Chicken (KFC) yang secara harfiah jika diterjemahkan menjadi Ayam Goreng Kentucky. Begitupun Mie Gelas yang menjual produk mie yang bisa dimasak di dalam gelas. Atau Aqua yang secara makna berarti air.

Nama yang asosiatif

Metode ini adalah dengan cara menamai dengan hal-hal yang sebenarnya tidak mencerminkan langsung produk, namun memiliki keterikatan kuat dengan produk tersebut entah bahan pembuat, manfaat atau hal-hal lainnya. Contoh produk dengan nama jenis ini misalnya adalah Head & Shoulder yang merupakan produk shampo untuk rambut yang letaknya memang berada di kepala dan pundak. Contoh lainnya adalah Tolak Angin, yang merupakan jamu untuk mengusir masuk angin.

Menggunakan metafora ataupun kiasan

Ini adalah penamaan produk dengan nama benda, orang, binatang, proses, mitologi atau bahasa asing yang mewakili kualitas nilai dari perusahaan. Contoh produk seperti ini antara lain perusahaan pengembang tekhnologi Apple, atau rangkaian produk perawatan dan kecantikan Dove yang berarti burung merpati.


Windows berharap menjadi seperti jendela yang ada di setiap rumah
(sumber gambar: techview.me)

Nama tersendiri yang bebas

Pemberian nama jenis ini adalah dengan menamai produk dengan nama lain yang berdiri bebas tanpa hubungan langsung dengan produk. Namun jenis produk disertakan untuk menggambarkan jenis produk apa yang ditawarkan.  Contohnya adalah Semen Tiga Roda, yang sama sekali bukan produsen ban atau roda, melainkan semen. Begitupun Teh 2 Tang yang meski memakai nama tang namun adalah produk minuman teh. 

Abstrak

Ada pula perusahaan yang menggunakan nama yang sama sekali abstrak atau tidak menggambarkan produk atau jasa yang hendak ditawarkan. Nama tidak mencerminkan apapun dari produk yang ditawarkan. Atau bahkan ada yang menggunakan nama yang bukan dari sebuah kata yang memiliki arti. Contohnya brand Djarum yang merupakan produsen rokok kretek, ataupun KitKat yang merupakan brand coklat yang sangat populer.

Singkatan

Cara memberikan nama produk dengan sebuah singkatan juga menjadi salah satu metode pemberian nama yang sering dipakai. Sebagai contoh adalah brand LG, salah satu brand elektronik yang sudah mendunia. Contoh lainnya adalah MnM, produk permen yang sudah sangat populer.

Kombinasi

Yaitu cara penamaan dengan menggabungkan dua ataupun lebih cara-cara yang telah dijabarkan sebelumnya. Brand-brand yang diberi nama dengan cara ini contohnya adalah McD, Telkomsel, dan FedEx.


McD adalah nama yang merupakan kombinasi beberapa metode...
(sumber gambar: mcdonalds.com.au)
Itulah beberapa cara yang biasa digunakan untuk memberikan nama pada sebuah produk ataupun perusahaan. Karenanya jelas, bagi sebuah produk brand adalah sesuatu yang sangat penting. Ia adalah layaknya reputasi bagi seorang manusia. Memang nama tidak selalu mencerminkan reputasi seseorang. Tapi nama yang baik tentu akan jadi pintu awal untuk membangun sebuah reputasi yang baik.

Kalau tidak percaya, coba saja tanya kepada para artis yang populer bukan dengan nama asli mereka. Terkadang nama memang tidak berarti apa-apa. Tapi tidak jarang juga, nama bisa jadi segalanya. Tidak selalu, namun paling tidak nama itu penting. Percayalah!

Senin, 07 September 2015

THAILAND TAK CUMA PUNYA BANGKOK

Siapa bilang jalan-jalan ke luar negeri harus mahal. Bagi saya yang tinggal di Pontianak, berwisata ke luar negeri bisa jadi jauh lebih murah ketimbang berwisata di dalam negeri. Hitung saja misalnya, tiket pesawat dari Pontianak ke Kuala Lumpur, Malaysia, oleh salah satu lowcost carrier hanya dibanderol sekitar 400 ribuan pada saat-saat tertentu. Harga itu jauh berada dibawah harga tiket Pontianak-Jogjakarta misalnya yang bisa mencapai satu jutaan.

Berjalan-jalan ke Thailand pun sebenarnya tidak butuh biaya besar. Dari Kuala Lumpur, akan ada banyak pilihan yang bisa digunakan untuk menembus Thailand. Yang tercepat tentu dengan menggunakan jalur udara. Berbagai penerbangan low cost hingga yang premium ke Thailand bisa dengan mudah kita temui di KLIA 1 dan KLIA 2, bandara udara Internasional di Kuala Lumpur. Dengan jalur darat pun, tersedia berbagai jasa penyedia angkutan yang bisa digunakan. Bus adalah yang paling umum dipakai jika ingin melakukan perjalanan darat antar negara dari Malaysia ke Thailand.


Bus Malaysia-Thailand ini sangat nyaman dan dilengkapi fasilitas wifi...
(sumber gambar: dok. pribadi)
Melakukan perjalanan dengan menggunakan bus sebenarnya adalah pilihan yang cukup efektif. Dengan memanfaatkan perjalanan bus malam, kita akan bisa menghemat biaya menginap di hotel karena bisa bermalam di dalam bus. Selain itu pula, kita bisa memilih bus seperti apa yang akan kita gunakan. Tentu harganya pun menyesuaikan. Dengan biaya sekitar IDR 300.000 dengan kurs saat itu, saya pernah mendapatkan sebuah bis yang nyaman dan dilengkapi fasilitas internet gratis yang lancar hingga ke ujung perbatasan. Sebagai orang Indonesia yang tak bisa hidup tanpa internet, ini tentu sesuatu yang menyenangkan.

Tapi jangan terburu-buru dulu berangkat ke Thailand. Tanpa informasi dan searching-searching sebelumnya, menyebut berwisata ke Thailand kita mungkin akan langsung menyebutkan nama Bangkok, Pattaya atau Phuket sebagai tempat tujuan. Tidak salah sih, tiga tempat itu memang yang paling populer. 

Tapi Thailand tidak cuma ketiga tempat itu. Ada banyak kota-kota lain yang tidak kalah seru dan mengasyikkan untuk didatangi. Terlebih jika kita termasuk orang yang tidak terlalu doyan dengan tempat wisata yang ramai dan sumpek.


Chao Praya di Bangkok, tapi Thailand nggak cuma punya Bangkok lho...
(sumber gambar: dok pribadi) 
Chiang Rai

Agak jauh ke utara Thailand, terdapat sebuah kota bernama Chiang Rai. Kalau dari Kuala Lumpur kota ini mungkin agak sulit untuk didatangi. Dengan Bus dari Bangkok saja membutuhkan waktu sekitar 11-12 jam. Tapi jauh bukan berarti tempat ini tidak populer. Chiang Rai adalah salah satu tempat tujuan wisatawan asing walaupun tak sepopuler Bangkok ataupun Pattaya.


Di Chiang Rai, kita bisa mengunjungi White Tample yang terkenal. Di sana juga terdapat Universitas yang di klaim sebagai yang terindah di Thailand. Selain itu, ada Golden Triangle, yang menjadi perbatasan Thailand, Laos dan Myanmar. Dahulu tempat ini terkenal sebagai tempat untuk perdagangan wisata, namun sekarang tempat itu sudah menjadi objek wisata.

Krabi

Krabi mungkin tak seterkenal Phuket. Tapi jangan salah, Krabi tidak kalah indahnya dengan Phuket. Plus juga tidak seramai Phuket. Krabi terbagi menjadi dua bagian, Krabi Town dan Ao Nang. Krabi Town adalah bagian kota yang terdapat berbagai pasar tradisional, museum, sanggar budaya, kuil-kuil Budha, serta event night market yang keren. 


Sementara Aonang, adalah daerah pantai dengan banyak bukit kapur yang indah. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan Songteaw yang tarifnya sangat murah. Buat para pencinta ketenangan, pantai Aonang harus jadi destinasi wajib. Cukup ramai namun tak seramai Phuket. Soal fasilitas pun, Aonang penuh dengan resort, hotel, restoran dan bar yang bisa kita pilih sesuai budget yang kita miliki.
Pantai dengan keindahan bukit kapurnya juga ada di Krabi...
(sumber gambar: dok. pribadi)
Chiang Mai

Chiang Mai, banyak dari mereka yang pernah berkunjung ke kota ini selalu menjadikannya sebagai tujuan wisata favorit. Kota yang tenang dengan perpaduan klasik dan modern yang unik adalah ciri khas kota Chiang Mai yang akan membuat siapa saja yang datang jatuh cinta.


Banyak aktivitas liburan yang bisa kita lakukan di Chiang Mai. Mulai dari belanja di pasar tradisional, pasar kuliner maupun pasar kerajinan. Ada pula Night Bazzar besar yang entah mengapa seperti sudah jadi ciri khas kota-kota wisata di Thailand. Lalu ada pula Old City Chiang Mai yang kaya akan sejarah Thailand.

Hatyai

Hatyai adalah kota wisata paling dekat jika kita ingin melakukan perjalanan darat dari Kuala Lumpur. Sebagai kota terbesar ke-6 di Thailand, Hatyai bisa jadi tujuan wisata untuk dikunjungi buat mereka yang sudah bosan dengan Bangkok. Ada berbagai pusat perbelanjaan besar dan banyak pasar-pasat tradisional yang bisa dikunjungi oleh mereka yang doyan belanja.


Tak cuma itu, di Hatyai kita bisa kunjungi Wat Hatyai, salah satu patung Budha tidur raksasa, Pantai Shamila dengan patung putri duyungnya, Tangkuan Hill untuk melihat panorama kota Shongkla dari puncak bukit, juga Patung Budha di puncak bukit di Hatyai Municipal Park.
Hatyai juga punya kuil Budha tidur yang keren...
(sumber gambar: dok. pribadi)
Thailand tidak cuma Bangkok, Phuket atau Pattaya. Kalau mau sedikit mencari informasi, kita bisa jadi mendapatkan banyak tujuan wisata yang tak kalah menarik dibanding tiga tempat wisata paling populer di Thailand tersebut. Dan saran saya, cobalah datang ketika Songkran (tahun barunya orang Thailand), barangkali bisa ikut main-main air. Pastilah seru! Dan Hati-hati basah.

Minggu, 06 September 2015

BELAJAR BRANDING PADA TUHAN DAN SAITON

Beberapa waktu yang lalu, kita sempat dihebohkan oleh pemberitaan tentang seorang pria di Banyuwangi yang memiliki nama Tuhan. Hebatnya lagi, tidak lama kemudian mucul pula seorang pria asal Palembang yang mengaku bernama Saiton. Penemuan dua nama unik di masyarakat ini kemudian menjadi viral dan pembahasan di berbagai media.


Sebenarnya cuma berita tentang dua orang yang ingin ketemuan....
(sumber gambar: pixpix.co)
Soal nama sendiri sebenarnya orang Indonesia cukup berani dalam memberikan nama anaknya. Saya pernah tahu ada orang yang bernama Anti Dandruf, Royal Jelly dan Selamat Dunia akhirat. Bahkan teman saya pernah bercerita bahwa ia memiliki teman di Sumatra Utara yang bernama Marylin Monroe namun bermarga Batak. Hebat bukan?

Apalah arti sebuah nama? Begitu sastrawan asal Inggris, William Shakespeare bersajak. Ia tidak sepenuhnya benar. Nama tentu penting bagi setiap orang. Ia adalah idientitas. Brand yang menjadi penanda terhadap suatu produk, yaitu diri kita. Begitupun dari perspektif agama. Nama adalah doa katanya.

Dari sisi bisnis, pemilihan nama untuk usaha erat sekali hubungannya dengan proses branding. Beberapa pengusaha masih tidak terlalu menganggapnya penting. Namun banyak pula yang merasakan bahwa pemilihan nama yang tepat ataupun tidak tepat akan sangat mempengaruhi jalannya bisnis yang akan kita arungi.

Nama Adalah Idientitas

“Jika kamu ingin memuaskan pembeli, maka buatlah produk sebaik-baiknya. Tapi jika kamu ingin pembelimu datang kembali, buatlah branding!”

Itu adalah sebuah kalimat petuah yang pernah saya baca entah dimana. Brand, salah satunya nama usaha adalah sebuah idientitas. Ia adalah penanda yang membuat orang jadi akan mengenali kita dan membedakan kita dengan orang lain.

Karena itulah di dalam dunia usaha, nama harus dibuat menarik, unik, serta yang paling penting adalah mencerminkan branding yang sedang ingin kita bentuk. Branding adalah gambaran bentuk citra yang kita inginkan ditangkap oleh konsumen kita.

Contoh sederhana adalah ketika perubahan Lativi menjadi Tv-One. Transformasi kepemilikan serta perubahan konten acara yang sangat drastis, membuat televisi tersebut membutuhkan image baru. Ketimbang mengganti image dengan cara tetap memakai nama Lativi, pemilik baru televisi tersebut memilih untuk mengganti seluruh branding yang sudah dibentuk sebelumnya termasuk juga namanya. Maka Lativi yang awalnya lebih idientik dengan acara hiburan kemudian berubah mejadi TV-One yang lebih dominan dengan berita. Dan keputusan ini terbilang tepat sehingga TV-One kini menjadi salah satu televisi yang mampu bersaing dengan televisi lain yang sudah lebih mapan.


Metamorfosis TV-One, dari TV hiburan menjadi TV berita...
(sumber gambar: pengetahuanblogging.blogspot.com)

Menarik dan Mudah di Ingat

Salah satu tujuan branding adalah untuk membentuk kesan jangka panjang terhadap produk. Tentu syarat utamanya adalah dengan yakin bahwa produk yang kita tawarkan memang benar-benar memiliki kualitas yang baik. Sebab jika sebaliknya, bisa-bisa justru citra buruklah yang melekat. Tentu kita tidak mau bukan?

Nama usaha haruslah dibuat unik. Tujuannya agar bisa menarik perhatian dan membuat orang lebih mudah mengingatnya. Pemberian nama “Tuhan” dan “Saiton” memenuhi kriteria unik ini. Orang akan terbangkitkan Curiosity-nya juga akan dengan mudah mengingatnya. Dan ketika produk itu bisa memenuhi kepuasan yang diharapkan, maka pembeli akan bersedia kembali lagi untuk mengulang membeli. Karena itu, nama haruslah dibuat singkat dan sederhana agar gampang diingat oleh pembeli.

Tapi di lain sisi, kita patut berhati-hati juga. Pemilihan nama yang “nyeleneh” bisa pula malah menjadi bumerang. Karena itu sangatlah perlu untuk mengenali pasar dengan baik. Hal ini juga untuk mempertajam penetrasi usaha kepada segmen pasar yang memang dituju. 

Contoh untuk sebuah restoran dengan segemen pasar menengah ke atas, pemilihan nama-nama berbahasa asing tentulah tidak masalah. Namun sebaliknya bagi restoran yang menyasar segmen menengah ke bawah, pemilihan nama semacam ini tentu tidak cocok.

Pemilihan nama yang unik tidak melulu harus bombastis. Pemilihan nama untuk membangun kesan tertentu adalah salah satu cara yang digunakan dalam dunia branding. Seperti produsen pembalut yang memakai nama "Softies" untuk membangun citra lembut, "Bakso Setan" untuk membangun kesan pedas yang sangat, "Nano-nano" untuk mencerminkan rasanya yang unik, seolah bercampur-campur tidak karuan.  

Nama Mencerminkan Bisnis

Pemilihan nama juga seringkali dalam rangka untuk mencerminkan bisnis yang sedang digeluti. Seperti pada pemakaian kata "Mart". Begitu ada nama usaha yang menggunakan kata Mart, kita langsung mengasumsikannya pada usaha ritel. Begitupun dengan produk seperti "Freshtea." Tanpa berpikir dua kali kita langsung tahu produk jenis apakah dia. Begitupun seperti "Sritex" yang dari namanya saja kita bisa menyimpulkan bahwa perusahaan ini bergerak dibidang garmen atau tekstil.


Sritex, selain kata tex mencerminkan jenis usaha, Sri merupakan nama pendiri perusahaan...
(sumber gambar: senyumislam.wordpress.com)

Pemilihan nama seperti ini tidaklah mutlak. Namun seringkali dipakai sebagai cara untuk membuat masyarakat lebih mengenali idientitas produk tersebut. Hal ini akan menghemat usaha produsen untuk mengenalkan jenis produk atau usaha yang digelutinya.

Tidak jarang pula nama bisa memberikan cerminan kualitas. Seperti produk-produk keluaran "Indofood." Dengan penggunaan nama-nama berawalan "Indo" di depan berbagai lini usahanya, maka brand akan berbagi popularitasnya. Akibatnya jika ada sebuah produk baru dari perusahaan tersebut, orang-orang akan mengasumsikan kualitas produk tersebut dengan produk-produk yang sama yang telah ada.

Sebaliknya, perbedaan nama juga bisa digunakan sebagai pembeda untuk brand image yang menyasar pangsa pasar yang berbeda pula. Seperti halnya dua produk dijenis yang sama dari "Uniliver". Meski sama-sama sabun mandi, namun "Lux" dan "Lifeboy" memilik brand image yang berbeda. Karena berupa sabun kecantikan serta menyasar kalangan menengah keatas, maka "Uniliver" menamakan produknya dengan "Lux" yang memiliki kesan mahal dan mewah. Sementara untuk menyasar pangsa pasar keluarga, nama "Lifeboy" terasa jauh lebih merakyat dan sesuai dengan image-nya sebagai sabun kesehatan.

Tentu nama hanyalah salah satu dari banyak aspek yang menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis. Tapi bagi perusahaan-perusahaan besar, mereka bahkan sampai harus menyewa jasa konsultan untuk menciptakan nama bagi usaha maupun produk yang mereka ciptakan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran sebuah nama dalam dunia bisnis.

Tapi seperti juga dalam dunia bisnis, sehebat apapun nama yang dimiliki namun yang paling menentukan tetaplah kualitas produk. Karena itu terserah mau nama kita "Tuhan" ataupun "Saiton," yang paling menentukan tetap adalah kualitas diri kita sendiri.

Bagaimana, setuju tidak?

SEDIKIT CATATAN TENTANG KESEHATAN

Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya hendak menulis tentang dunia kesehatan? Sebenarnya latar belakang pendidikan saya sama sekali tidak berhubungan dengan kesehatan. Keseharian saya pun tidak sering bersentuhan dan berinteraksi intens secara langsung dengan dunia medis. Tentu jika dirawat di rumah sakit tidak dimasukkan sebagai salah satunya.

Mengapa saya menulis tentang kesehatan adalah karena saya mencintai perkerjaan saya. Saya selain seorang penulis, blogger dan entrepreneur, saya adalah seorang penyiar radio. Dan di radio tempat saya berkerja, saat ini saya sedang memproduseri sebuah program bertema kesehatan. Tepatnya dalam program bertajuk "Tetangga Bang Iman", yang mengudara setiap seminggu sekali pada hari sabtu dari pukul sembilan hingga sebelas pagi.


Dalam program ini, saya akan membahas tema-tema kesehatan yang sering terjadi di sekitar kita. Serta tidak lupa saya juga akan menghadirkan narasumber tokoh kesehatan yang tentu memahami bidangnya. Nah kan dari pada obrolan setiap sabtu pagi ini menguap dan menghilang, alangkah baiknya jika terdokumentasikan dalam bentuk tulisan di dalam blog ini.


Setiap minggu rencananya saya akan berusaha mengupdate blog ini dengan tema yang dibahas pada hari sabtu yang baru lewat. Dengan demikian buat teman-teman yang terlewat mendengarkan bisa membacanya di blog ini. 


Karena itu nantikan terus informasi-informasi kesehatan menarik di blog ini. Serta jika ada yang hendak bertanya atau hendak menitip pertanyaan seputar tema kesehatan, bisa meninggalkannya di kolom komentar. Tentu saja harapan saya, semoga blog ini memberikan banyak manfaat untuk siapa saja.

Dangan jangan lupa juga untuk terus mendengar Program "Tetangga Bang Iman", setiap Sabtu, jam sembilan hingga sebelas pagi, hanya di Radio Volare Pontianak, 103.4 fm. Buat yang di luar Pontianak bisa juga mendengarkan secara online dengan mengunjungi website www.volarefm.com.



Duet punggawa #TetanggaBangIman, Tari dan Iman akan sehatkan sabtu bujang dare...
(sumber gambar: dok pribadi)

Sabtu, 05 September 2015

SEBELUM JALAN-JALAN KE LUAR NEGERI

Bicara pelesiran ke luar negeri, bayangan kita pasti akan selalu terpikir bakalan mahal, ribet namun tentu juga menyenangkan. Pikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar, juga tak sepenuhnya salah.

Tapi sebenarnya prinsip dasar dari perjalanan atau traveling baik keluar negeri adalah bahwa semakin jauh tujuan yang akan dituju maka biaya transportasi untuk ke sana pun jelas akan lebih mahal. Jalan-jalan ke Eropa atau Amerika jelas perlu biaya berjuta-juta, karena untuk pergi ke sana pun jaraknya memang jauh. Sebaliknya untuk ke Australia, dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Indonesia.

Karena itulah, untuk saya yang tinggal di Pontianak, jalan-jalan keluar negeri bisa jadi jauh lebih murah ketimbang melakukan perjalanan ke destinasi wisata dalam negeri sekalipun. Cukup dengan tiket bus antar negara seharga sekitar 600 ribu rupiah untuk perjalanan pulang pergi serta buku paspor, saya sudah berhasil menginjakkan kaki ke Kuching, di Malaysia. Bandingkan biaya perjalanan ke Bali yang satu kali perjalanan pesawat saja bisa mencapai 1 juta rupiah. Bahkan konon ke Raja Ampat yang terkenal itu, kita harus menabung hingga sekitar 10 juta rupiah untuk transportasi. Padahal sama-sama masih di Indonesia.

Jadi pada intinya ke luar ataupun dalam negeri, semua tergantung jarak yang akan dituju. Semakin jauh, maka semakin mahal pula. Kalaupun ada cara untuk jalan-jalan jauh tapi murah adalah dengan minta dibayarkan. Tapi tentunya ini tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Selalu ada saja caranya, entah dengan beasiswa, pertukaran pelajar, tugas perkerjaan dan macam-macam.

Beruntungnya, masalah transportasi yang memang mengambil cost paling besar dari budget traveling ini, kini juga sudah bisa diakali. Untuk asia, kini telah ada penerbangan low cost carrier yang membuat biaya transportasi jadi sedikit terhemat. Selain itu, berbagai promo yang dibuat maskapai juga membuat biaya perjalanan menjadi bukan lagi persoalan utama. Karena itulah, jalan-jalan ke luar negeri apalagi Asia Tenggara, kini bukan lagi sesuatu yang mewah. Sementara untuk Eropa, Afrika atau Amerika, tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kecuali mendapatkan promo, menang undian ataupun dibayarkan.


Berkat LCC, Now Everyone Can Fly...
(sumber gambar ; de.wikipedia.org)
Tapi jalan-jalan keluar negeri tidak cuma soal biaya perjalanan. Ada hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan. Hal yang simpel dan sederhana sebenarnya, namun jika tidak diantisipasi bisa juga mengakibatkan budget kita tersedot. 

Visa

Visa adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan perjalanan ke luar negeri. Apa itu Visa? Secara sederhananya, Visa adalah izin untuk memasuki sebuah negara untuk penduduk dari negara lain. Untuk kita pemegang paspor Indonesia, tidak semua negara menerima kita dengan bebas. 

Ada 3 macam negara tujuan terkait visa ini. Yang pertama adalah negara yang membebaskan Visa untuk pemegang paspor Indonesia. Di negara-negara ini kita bebas masuk tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu. Beberapa negara asia tenggara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand adalah contoh negara yang bisa kita kunjungi tanpa harus mengajukan visa. Meski pun di negara-negara bebas visa tersebut kita gratis masuknya, namun bukan berarti kita bisa bebas juga. Ada aturan serta jangka waktu yang tetap harus kita perhatikan.

Yang kedua adalah negara yang menerima Visa on Arrival atau biasa disingkat VoA. Untuk mengunjungi negara-negara ini, kita tetap harus memiliki Visa. Namun kita tidak perlu repot, karena pengurusan Visa dapat dilakukan setelah kita tiba di negara tujuan. Yang harus diingat adalah bahwa mengurus Visa membutuhkan biaya yang harus dibayarkan sesuai kebijakan negara masing-masing. Karena itu ada baiknya sebelum berangkat ke negara VoA, kita mencari info berapa biaya yang harus dibayarkan, sehingga kita bisa mempersiapkan budget tersendiri untuk Visa ini.

Yang ketiga adalah negara-negara yang mengharuskan kita mengurus pengajuan Visa sebelum diizinkan berangkat ke negara yang ingin kita tuju. Pengajuan ini bisa kita lakukan di Kedutaan Besar negara tujuan yang biasanya ada di Jakarta. Kalaupun tidak ada di Indonesia, berarti kita harus mengajukannya di kedutaan besar negara tersebut di negara terdekat kita. Repot kan? Memang begitulah. Namun kini, beberapa negara sudah memberlakukan e-Visa sehingga pengurusan Visa bisa dilakukan secara online. Hal ini tentu membuat pengurusan Visa jadi lebih praktis. Semoga saja kedepannya, makin banyak negara yang memberlakukan e-Visa ini.

Salah satu contoh Visa, dan ini ada harganya lho...
(sumber gambar: mynameisputu.blogspot.co.id
Perbedaan Nilai Tukar Mata Uang

Perbedaan kurs mata uang harus juga menjadi salah satu hal yang kita perhatikan. Pergi ke negara-negara dengan kurs mata uang yang tidak jauh berbeda dengan rupiah adalah cara yang tepat untuk menghemat biaya jalan-jalan. Pergi ke negara-negara dengan mata uang yang lebih besar, berarti harus menyiapkan budget yang juga lebih besar.

Di negara dengan mata uang yang tidak berbeda jauh dengan kita, biaya hidup yang akan kita keluarkan jika berkunjung juga akan lebih murah. Karena itulah, di negara-negara macam Thailand atau Malaysia, kita akan dapat biaya sewa yang masih wajar bahkan bisa jadi lebih murah. Begitu juga kita bisa dapat makanan yang setara dengan harga-harga makanan yang biasanya ada di Indonesia. Sebaliknya di Singapura, dengan nilai tukar yang lebih tinggi, kita akan mendapati makanan yang sama namun akan terasa lebih mahal ketimbang di Indonesia.

Informasi yang Cukup

Salah satu hal penting yang saya sarankan sebelum melakukan perjalanan wisata ke luar negeri adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat atau kota yang kita tuju. Mulai dari destinasi-destinasi wisata di sana, makanan-makanan, bahasa yang digunakan, sistem transportasi dan segala macam seluk-beluknya.

Hal yang paling penting dan vital yang saya rasakan perbedaannya ketika kita melakukan perjalan di dalam negeri dengan di luar negeri adalah kemudahan akses informasi. Di Indonesia, selama ada sinyal yang bisa ditangkap oleh operator kita, maka akses informasi akan selalu tersedia. Sementara di luar negeri, operator selular yang biasa kita pakai tidak akan berfungsi untuk mengakses internet. Kita harus membeli kartu seluler di negara tersebut untuk senantiasa mendapatkan akses. Selain itu tidak semua negara menyediakan akses internet murah dari perangkat seluler. Akibatnya terpaksa kita hanya mengandalkan titik-titik wifi gratis yang tidak di semua tempat bisa kita temui.

Namun meski mengumpulkan informasi sebelum berangkat itu penting, jangan pula semua informasi tersebut kita jadikan panduan baku ketika melakukan perjalanan. Saran saya, jadikan informasi-informasi yang dikumpulkan itu sebagai alat bantu saja, entah acuan atau standar harga ketika ingin belanja. Terlalu kaku mengikuti informasi yang mungkin kita dapat dari pengalaman orang lain, bisa jadi membuat kita melewatkan kejutan-kejutan menarik yang mungkin akan kita temukan sendiri.

Tentu bukan cuma 3 hal tersebut yang perlu diperhatikan ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Ada banyak hal lain yang lebih penting seperti paspor, dan waktu yang cukup. Tapi ada baiknya rencanakan perjalanan anda jauh-jauh hari, dengan demikian akan ada banyak persiapan dan penghematan yang bisa dilakukan.

Baiklah, semoga beguna. Dan selamat jalan-jalan ke luar negeri.
Foto dengan bendera lain, bukan berarti nggak Nasionalis...
(sumber gambar: dok. pribadi)

Kamis, 03 September 2015

KETIKA GANOOL.COM AKHIRNYA DITUTUP

Beberapa waktu yang lalu kita sempat dihebohkan dengan ditutupnya beberapa situs penyedia konten ilegal. Ilegal yang dimaksud di sini adalah bahwa situs-situs tersebut menyediakan link unduh film-film baik nasional maupun luar negeri tanpa izin alias bajakan.


Ganool.com adalah salah situ paling populer untuk download film...
(sumber gambar: isiwaktu.com)
Harus diakui, sebagai masyarakat Indonesia kita sangat akrab dengan produk-produk bajakan. Mulai dari musik, perangkat lunak, film hingga barang-barang baik fashion maupun elektronik. Masalah ini bahkan sudah menjadi isu internasional. Bahkan beberapa produsen film Hollywood sampai membuat kebijakan untuk meluncurkan film karya mereka di Indonesia terlebih dahulu ketimbang di negara-negara lain karena khawatir film mereka keburu dibajak duluan di Indonesia. Pasar Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan, namun juga jadi salah satu ancaman pembajakan yang terbesar bagi tiap karya yang datang ke Indonesia.

Apa sebenarnya yang dimaksud sebagai hak kekayaan intelektual atau yang biasa orang sebut dengan HaKI? Secara sederhana kita boleh definisikan Haki ini sebagai sebuah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. HaKI ini terbagi dalam dua macam. Yang pertama adalah hak cipta, yaitu sebuah hak eksklusif yang dimiliki oleh seorang pencipta sebuah karya cipta untuk mengedarkan atau memperbanyak karyanya. Hak ini yang biasanya muncul di produk-produk intelektual seperti lagu, penulis cerita, pembuat film, dll. 

Yang kedua adalah Hak Kekayaan Industri yang meliputi paten, merk dagang, desain industri bahkan hingga rahasia dagang. Untuk yang kedua ini lebih kepada hak kekayaan intelektual dalam dunia industri, walau tidak jarang juga melibatkan perseorangan. Seperti penyanyi Will.i.am yang menuntut penyanyi lainnya Pharrell William untuk tidak menggunakan nama William karena menganggap William sudah menjadi trade mark bagi dirinya.

Untuk Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada aturan yang mengatur hal tersebut, sehingga tidak ada alasan sebenarnya untuk membiarkan pencurian kekayaan hak cipta ini terjadi. Bahkan dibawah Departemen Hukum dan HAM, terdapat dirjen yang memang khusus mengurusi masalah ini. Hanya sayangnya dirjen ini tampaknya tidak mencakup pula dengan penegakan hukumnya untuk memberantas para pelanggar hak cipta. Karena itulah, seharusnya hal ini menjadi urusan pihak penegak hukum yaitu kepolisian dan kejaksaan. Namun sayangnya tampaknya para penegak hukum belum menempatkan pemberantasan pelanggaran hak cipta ini ke dalam prioritas utamanya.

Karena itulah, tindakan pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi untuk menutup situs-situs pembajakan seperti Ganool, downloadfilmbaru, dll patut kita apresiasi. Dengan demikian semangat anti pembajakan seperti yang pernah dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi kepada para pelaku seni ketika kampanye dulu benar-benar ditepati.

Tapi hal yang terpenting sih, kembali kepada kita bagaimana menghargai sebuah karya yang berkualitas. Kalau kita menyadari bahwa sebuah karya itu dibuat dengan proses yang panjang dan upaya yang tidak sedikit, maka kita akan lebih menghargainya. Serta kita juga harus menyadari bahwa dengan menghargai karya cipta, itu artinya kita menjaga agar karya-karya berkualitas tetap ada dan terus tercipta. 


Gambaran tentang rendahnya apresiasi kita pada sebuah karya
(sumber gambar : facebook.com)
Tidak mudah memang, apalagi dengan kebiasaan kita yang doyan menikmati segala sesuatunya gratisan. Namun sedikit demi sedikit kita harus belajar melakukan itu agar kita bisa mendapatkan iklim berkarya yang mendukung untuk terciptanya karya-karya berkualitas. Bukannya menganggap bahwa para kreator kita manja, tapi menganggap bahwa daya cipta akal adalah karya tertinggi manusia yang layak untuk dihargai tinggi pula.
Copyright © 2014 SANTOSA-IS-ME