CARA EFEKTIF AGAR PRODUKTIF MENULIS
Menulis bukan perkerjaan baku dan teks book. Tidak ada aturan baku bagaimana bisa membuat seseorang jadi produktif dalam menulis. Masing-masing penulis punya caranya tersendiri. Bisa saja diikuti, namun tidak juga selalu pas untuk tiap orang. Karena itu setiap penulis perlu menemukan cara menulisnya sendiri yang dinilai paling nyaman.
Tapi berdasarkan pengalaman yang saya alami, ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk membuat kita produktif dalam menulis.
Sediakan waktu khusus untuk menulis
Setiap orang memiliki waktu tersendiri dimana ia biasanya lebih nyaman untuk menulis. Saya lebih suka menulis pada malam hari. Sementara beberapa penulis yang saya kenal, ada yang terbiasa menulis di dini hari menjelang subuh, atau bahkan di jam kerja. Intinya dimana waktu yang paling nyaman dan membuat kita terasa lancar untuk menulis, gunakanlah waktu tersebut untuk menulis.
![]() |
| Nikmati waktu menulis semaksimal mungkin... (sumber gambar: arismenulis.com) |
Tangkap ide dan segeralah tulis
Ide bisa datang dimana saja, seringkali bahkan ditempat yag tidak kita duga. Ketika sebuah ide muncul, segeralah tangkap ide tersebut. Kemudian sesegera mungkin bangun ide mentah tersebut menjadi sebuah ide dasar entah dalam bentuk premis ataupun kerangka dasar. Setelah memiliki waktu yang senggang unuk mulai menulis, kita akan punya setumpuk ide yang bisa kita garap.
Fokus pada target
Setiap mengerjakan sebuah naskah entah itu pendek ataukah panjang, tentukan target kapan kita akan menyelesaikannya. Dan yang paling penting juga adalah pastikan kita memenuhi target yang kita tetapkan tersebut. Beberapa penulis mungkin bisa menggarap beberapa perkerjaan menulis sekaligus, namun untuk tahapan pemula seperti saya, fokus menyelesaikan satu persatu target adalah cara yang lebih disarankan. Nanti ketika kita telah cukup disiplin dan mampu bersahabat dengan deadline, barulah kita mungkin bisa dianggap siap untuk menyelesaikan beberapa karya sekaligus.
Buatlah outline
Untuk sebuah karya panjang, saya biasa membiarkannya mengalir begitu saja. Namun mengerjakan karya panjang dengan terlebih dahulu membuat outline akan sangat membantu. Selain membuat penjaga cerita agar tidak melenceng kemana-mana, outline juga membuat kita bisa membagi cerita dalam bagian-bagian tertentu entah per bab atau per bagian. Hal ini akan terasa sangat meringankan dalam proses pembuatan karya yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan.
Buat diri senyaman mungkin
Lakukan apapun yang bisa membuat kita nyaman ketika menulis. Menyiapkan snack dan makanan, memutar musik kesukaan, memajang foto orang kesayangan, adalah beberapa cara yang mungkin biasa digunakan. Intinya buat kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak menjadi beban.
Pasang tekad kuat untuk menyelesaikan tulisan
Godaan ketika menulis itu banyak bukan main. Mulai dari godaan buat bermedsos, main game, nonton DVD, tidur, macem-macem. Kalau nggak punya tekad yang kuat, menyelesaikan satu karya saja susahnya bukan main. Karena itu tekadkan diri kita ketika mulai mengerjakan sebuah tulisan, kita akan menyelesaikannya. Berikan reward jika seandainya kamu mampu menyelesaikannya dengan baik. Dan sebaliknya, berikan hukuman jika kita tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan.
![]() |
| Terkadang diri perlu sedikit dipaksa agar tulisan selesai... (sumber gambar: blog.nulisbuku.com) |
Jangan pernah berhenti mengisi diri
Membaca adalah keharusan bagi seorang penulis. Dengan membaca, akan memperkaya kosakata dalam menulis. Dengan membaca juga akan menambah pengetahun si pembaca. Membaca adalah modal bagi setiap penulis. Karena itu biasanya kegemaran menulis selalu bermula dari kegemaran membaca. Analoginya, jika kita ingin menulis sebesar buah apel, tidak mungkin kita membaca lebih sedikit dari itu. Setidaknya kita harus membaca sebesar labu. Karena dari pengalaman membaca itulah kita bisa menulis. Sesekali tidak ada salahnya mengikuti pelatihan kepenulisan ataupun berdiskusi dalam komunitas kepenulisan.





















