Tampilkan postingan dengan label Health & Fitness. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health & Fitness. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

BERSAMA MEMERANGI STANTING DI KALBAR

Istilah Stanting atau stunting mungkin belum jadi istilah yang terlalu umum di masyarakat luas. Akibatnya kepedulian terhadap stunting masih sangat rendah. Saya sendiri ketika pertama kali hadir dalam kegiatan "Orientasi Media Tentang Pencegahan Stanting" yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kalbar dan Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) dari Millennium Challenge Account - Indonesia (MCA-Indonesia), bertanya-tanya apa itu stanting?

Istilah stanting merupakan adaptasi dari bahasa Inggrisnya stunting yaitu, kondisi dimana tinggi atau panjang badan seseorang berada dibawah standar tinggi orang/anak seusianya. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa di Kalimantan Barat angka stanting mencapai 38,6% yang artinya lebih dari sepertiga balita di Kalbar terancam memiliki tubuh pendek.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, dr. Andy Jap. Dalam. Dalam kata sambutannya ia mengatakan bahwa Dinkes Kalbar berkomitmen serius untuk menekan angka stanting. “Dengan gerakan 1000 hari pertama kehidupan ini kita harapkan angka stanting di Kalbar bisa menurun.” Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh para wartawan dari berbagai media, namun juga dari jajaran pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Landak dan fasilitator Generasi Sehat Cerdas (GSC) Kalbar.

Dr. Minarto bercerita tentang upaya pencegahan stanting di Indonesia
(sumber gambar dok pribadi)
Menurut Dr. Minarto, Direktur PKGBM MCA-Indonesia permasalahan stanting ini seringkali dianggap sepele. “Ini kaitannya bukan cuma dengan tinggi badan, namun juga persoalan dengan tumbuh kembang otak anak,” ungkapnya. Semenjak kehamilan sampai usia anak 2 tahun adalah masa-masa pertumbuhan otak anak dan stanting akan membuat pertumbuhan otak tidak mendapat ruang maksimal. “Akibatnya banyak anak yang mengalami stanting di usia ini memiliki kecenderungan ber-IQ lebih rendah dibading anak yang tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Menyelesaikan masalah stanting ini tentu bukan perkara sederhana. Gizi buruk yang kronis serta seringnya balita terserang penyakit diduga sebagai sebab utama tingginya angka stanting di Indonesia. “Nyatanya peningkatan ekonomi tidak berbanding lurus dengan penurunan angka stanting. Hal ini karena perilaku dan pemahaman masyarakat terkait gizi tidak berubah. Sementara kondisi sanitasi masih buruk. Akibatnya kemungkinan gangguan penyakit pada balita jadi semakin besar.”

Maria Hartiningsih, wartawan senior Kompas yang turut hadir menjadi pembicara mengingatkan para jurnalis untuk lebih jeli menangkap isu stanting ini dari sudut pandang yang berbeda, “Stanting ini adalah hilirnya. Hulunya ada bermacam-macam persoalan yang multi dimensi,” ungkapnya. “Meski umumnya memang berkaitan langsung dengan masalah gizi dan kesehatan, namun bisa saja akar masalah dari stanting ini lebih luas meliputi aspek budaya, ekonomi, sosial bahkan politik.”

Isu stanting memang masih menjadi isu minor.  Karenanya dibutuhkan passion dan pengetahuan yang luas dari seorang jurnalis untuk mengangkatnya menjadi isu utama. “Jangan hanya mengambil data formal, jurnalis juga harus turun ke lapangan dan melihat situasi sebenarnya sehingga bisa menguraikan unsur ‘why’ dan ‘how’ sejelas mungkin kepada audience.“

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMPN), Indonesia menargetkan penurunan angka stanting sebesar 40% pada 2025. Gerakan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) yang salah satunya juga akan dilaksanakan di Kalimantan Barat, diharapkan menjadi upaya untuk menuntaskan target tersebut.
Bersama Ibu Maria Hartiningsih, eks. wartawan senior Kompas
dan juga peraih Yap Thiam Hien Award
(sumber gambar: dok pribadi) 
Banyak perkerjaan rumah di bidang kesehatan yang harus segera dituntaskan, dan stanting adalah salah satu diantaranya. Dibutuhkan kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah, media dan juga masyarakat luas untuk bahu-membahu mewujudkan cita-cita bersama membangun generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter mulia. Selamat berkerja mewujudkannya ya, kita semua!!!

Tulisan ini bisa juga dibaca di: www.volarefm.com

Selasa, 26 Januari 2016

OBAT HERBAL VS OBAT KIMIA

Perdebatan mengenai mana yang lebih unggul antara obat herbal dan obat kimia mungkin tidak akan ada habisnya. Bagi para pendukungnya sampai-sampai seolah muncul dua kubu yang saling berseberangan. Para pendukung obat herbal meyakini bahwa penggunaan obat herbal yang alami menjaga penggunanya terhindar dari efek samping obat dalam jangka panjang. Sementara pendukung obat kimia meragukan efektivitas dari obat-obatan herbal untuk mengobati penyakit.

Karena itulah ketika saya berkesempatan ngobrol dengan 3 orang teman saya dari BEM FK UNTAN Pontianak, permasalahan ini menjadi topik yang layak untuk diperbincangkan. Mereka adalah Naru, Bari dan Hilda. Naru dan Bari adalah calon farmasis sementara Hilda calon perawat. Dan pertanyaan yang pertama kali saya ajukan pada mereka adalah bagaimana sih keberadaan obat herbal dalam dunia medis?


Ngobrol seru bersama BEM FK UNTAN
(sumber gambar: dok pribadi)
Ternyata, keberadaan obat herbal tidak bisa kita remehkan. Dunia medis sendiri sudah mengakui terkait keberadaan obat herbal untuk pengobatan. Bahkan menurut Naru dan Bari, para farmasis juga telah banyak yang mempelajari terkait obat herbal ini, termasuk juga Farmasi UNTAN. Artinya tidak tepat jika ada yang beranggapan bahwa obat herbal tidak efektif. Untuk pemakaian yang tepat, obat herbal juga bisa memberikan manfaat yang sama besarnya dengan obat kimia.

Lalu bagaimana klaim bahwa obat kimia bisa berbahaya dalam penggunaan jangka panjang? Maka menurut mereka bertiga, pernyataan tersebut ada benarnya. Secara jangka panjang, obat-obatan kimia memiliki efek samping yang cukup berbahaya untuk tubuh. Selain itu penggunaan obat kimia juga butuh dosis dan takaran yang sesuai, karena itu sangat penting sekali untuk senantiasa membaca dengan seksama label petunjuk pada kemasan khususnya pada obat bebas. Contohnya paracetamol, salah satu obat yang bisa dengan mudah kita dapatkan di toko obat dan apotik, ternyata bisa jadi akan berbahaya jika kita mengkonsumsinya terlalu sering. Karenanya sangat dianjurkan untuk tidak buru-buru mengkonsumsinya jika hanya mengalami gangguan kesehatan ringan seperti flu atau pusing biasa.

Namun meski memiliki dampak negatif, obat-obatan kimia tetap dianggap sebagai cara paling efektif untuk memberikan pengobatan. Terlebih lagi belum semua jenis penyakit terbukti secara ilmiah dapat disembuhkan dengan obat-obatan herbal. Beberapa penyakit bahkan mengharuskan para penderitanya mengkonsumsi obat-obatan kimia secara terus menerus. Karenanya tidak tepat jika seorang pasien apalagi yang memang diharuskan mengkonsumsinya, menghentikan pemakaian obat-obatan kimia kemudian beralih ke herbal.

Untungnya penggunaan obat herbalpun sudah diakomodir oleh dunia medis. Karenanya, jika seorang pasien menginginkan pengobatan dengan obat herbal, ia bisa saja memintanya kepada dokter. Dan jika memang tersedia obat-obatan herbal yang sesuai dan tepat untuk penyakitnya, dokter akan meresepkan obat herbal tersebut. Penggunaan obat herbal sudah pasti bisa membantu mengurangi resiko yang mungkin ditimbulkan oleh obat kimia. Namun tentu saja, dalam proses pengobatan semuanya tetap harus berdasar petunjuk dokter. Tidak bisa kita memaksa menggunakan obat herbal, jika dokter tidak mengizinkannya. 


Obat herbal vs Obat Kimia
(sumber gambar: rsisultanagung.co.id)
Penggunaan obat-obatan baik yang herbal maupun yang kimia memiliki aturan tertentu. Keduanya tetap harus digunakan dalam kadar dan dosis yang sesuai. Meski efek samping yang cenderung aman, namun tetap saja obat herbal memiliki efek samping terutama untuk mereka yang alergi terhadap bahan-bahan tertentu. Adapun penggolongan obat-obatan yang dijual dimasyarakat adalah sebagai berikut:

1. Obat Bebas


Logo obat bebas
Obat yang biasa kita kenal dengan sebutan obat warung, sebab obat-obatan ini bisa dengan mudah kita temui diwarung-warung. Seperti namanya, obat bebas ini bebas dijual dimana saja baik apotik, toko obat bahkan warung pinggir jalan sekalipun. Obat analgesik seperti paracetamol dan vitamin masuk ke dalam golongan ini. Meski tergolong aman, obat ini tetap harus diminum sesuai dengan dosis yang ditentukan. Obat jenis ini ditandai dengan lingkaran bulat berwarna hijau dengan lingkaran luar berwarna hitam.

2. Obat Bebas Terbatas.

Logo obat bebas terbatas
Ini sebenarnya sudah masuk obat keras namun tetap dapat dibeli meski tanpa resep dokter. Di obat jenis ini akan selalu ada tanda peringatan yang ditulis dalam sebuah kotak persegi berwarna hitam. Contoh obat jenis ini seperti obat batuk, obat pilek, krim antiseptik, dll. Biasanya tidak dijual bebas, dan hanya bisa ditemui di toko-toko obat dan apotek. Obat ini biasanya diberi tanda lingkaran bulat berwarna biru dengan lingkaran luar berwarna hitam.

Logo tambahan pada Obat Keras Terbatas
3. Obat Keras
Obat Keras

Seperti namanya, obat ini memiliki kandungan yang kuat sehingga ia hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Cuma bisa didapatkan di apotek dan diberikan atas sepengetahuan seorang apoteker. Contoh obat ini adalah obat generik dan obat wajib apoteker. Obat jenis ini ditandai dengan lingkaran bulat berwarna merah dengan lingkaran luar berwarna hitam serta huruf K di dalamnya.

4. Obat Narkotika
Obat Narkotika

Jika di masyarakat umum narkotika dikenal sebagai obat-obatan terlarang, di dunia medis, obat narkotika dibutuhkan untuk berbagai penanganan medis. Obat jenis ini menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri namun juga menyebabkan ketergantungan. Penggunaannya harus benar-benar dalam pengawasan dokter. Logo obat jenis ini ditandai dengan lingkaran bulat berwarna putih dengan lingkaran luar berwarna merah dan tanda palang berwarna merah di dalamnya.

Nah untuk obat herbal sendiripun kini sudah ada penggolongannya, karenanya penggunaannya harus disesuaikan dengan penggolongan tersebut. Oleh sebab itulah, penting sekali untuk masyarakat memahami bagaimana penggunaan obat herbal yang baik dan benar.

1. Jamu
Logo herbal Jamu
Yang digolongkan sebagai jamu adalah obat herbal yang disediakan dengan cara tradisional. Tradisional disini maksudnya adalah bahwa obat tersebut dibuat dengan resep turun-temurun. Biasanya butuh 3 generasi untuk sebuah ramuan dianggap sebagai resep turun-temurun. Namun demikian jamu belum teruji secara klinis sehingga pembuktian khasiatnya belum sepenuhnya diakui dan hanya berdasarkan pengalaman. Meski demikian, jamu tetap harus terjamin keamanannya, serta secara pengalaman memang dianggap memiliki khasiat. Logo jamu adalah lingkaran putih dengan garis lingkaran luar berwarna hijau dengan gambar ranting daun berwarna hijau di dalamnya serta tulisan JAMU.

2. Obat Herbal Terstandar
Logo herbal terstandar
Obat Herbal Terstandar atau OHT adalah obat herbal yang telah diakui khasiatnya secara ilmiah namun masih dalam tahap preklinis. Artinya obat tersebut telah memenuhi syarat secara khasiat namun belum melewati proses uji kepada manusia karena memang butuh waktu yang panjang. Namun demikian, OHT sudah mengalami proses yang panjang dan telah melalui standar pembuatan obat yang higienis. Biasanya OHT ditandai dengan logo lingkaran putih dengan lingkaran luar berwarna hijau dan tiga buah jari-jari daun berwarna hijau di dalamnya serta tulisan OBAT HERBAL TERSTANDAR.

3. Fitofarmaka
Logo herbal Fitofarmaka
Nah, Fitofarmaka adalah jenis obat herbal yang paling tinggi levelnya. Obat jenis ini sudah terbukti secara ilmiah khasiat serta keamanannya dan juga telah melewati uji preklinis dan uji klinis. Boleh dibilang obat ini dianggap memiliki khasiat yang sama dengan obat-obatan kimia pada umumnya karenanya juga digunakan oleh para tenaga medis untuk pengobatan. Fitofarmaka berlogo lingkaran bulat berwarna putih dengan lingkaran hijau dibagian luarnya dan sebuah jari-jari daun besar yang membentuk bintang serta tulisan FITOFARMAKA.


Alternatif lain logo obat herbal berserta contoh obatnya...
Itulah jenis-jenis obat yang ada di masyarakat baik yang kimia maupun yang herbal. Penggunaan masing-masing jenis obat tersebut memiliki aturannya karenanya peting bagi kita semua untuk memahaminya secara baik dan benar. 

Penggunaan obat herbalpun, meski alami namun bukan berarti bisa seenaknya. Ada hal-hal yang harus dipastikan sebelum mengkonsumsi obat herbal, salah satunya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menjamin bahwa obat tersebut layak konsumsi. Senantiasa berhati-hatilah karena banyak juga obat-obat tidak terstandar yang beredar luas di pasaran. Jangan sampai kita ingin sehat malah jadi tambah sakit karena minum obat secara sembarangan.

Senin, 12 Oktober 2015

TALKSHOW KESEHATAN MATA DAN GIGI DARI MITRA MEDIKA

Masa pertumbuhan adalah masa-masa untuk anggota tubuh seorang anak untuk terus mengalami perubahan. Pada masa inilah sedikit demi sedikit organ tubuh mengalami penyempurnaan hingga kemudian berhenti ketika si anak tiba di akhir masa pertumbuhan.
Mata dan gigi adalah dua organ yang mengalami pertumbuhan paling signifikan sepanjang usia pertumbuhan. Pada saat dilahirkan, seorang anak hanya memiliki kemampuan pandangan yang sangat terbatas hingga hanya memungkinkan melihat sampai pada wajah ibu ketika si anak sedang di gendong di dada. Begitupun organ gigi, pada saat dilahirkan bayi tanpa gigi. Kemudian akan tumbuh gigi yang dikenal dengan gigi susu. Gigi-gigi susu ini kelak pada waktunya akan rontok dan digantikan dengan gigi dewasa yang akan kita miliki hingga usia senja kelak.

Meski pertumbuhan dan perubahan pada mata dan gigi adalah hal yang alami, namun bukan berarti proses pertumbuhan ini tidak perlu diberi perhatian khusus. Penyimpangan dan ketidak normalan ini sudah jamak sekali terjadi, karena itulah idealnya orang tua harus rutin memeriksakan anaknya ke dokter untuk memastikan berjalannya proses pertumbuhan ini sesuai dengan yang diharapkan.

Contohnya adalah dalam proses pergantian dari gigi susu menuju gigi dewasa. Karena seringkali rontoknya gigi susu ini tidak terjadi dalam waktu bersamaan, maka pertumbuhan gigi dewasa yang permanen ini jadi tidak sempurna. Inilah yang banyak orang menyebutnya sebagai ginsul. Pada beberapa orang ini tidak terlalu menjadi masalah, namun pada beberapa orang lainnya justru sangat mengganggu terutama dari segi penampilan.

Tentu hal ini masih bisa diperbaiki dengan bantuan medis. Namun sayangnya, karena ingin menghemat biaya ataupun karena pengetahuan yang kurang, banyak pasien yang mengalami gangguan pada mata maupun gigi memilih jalan yang tidak tepat. Seperti pada kasus gigi tidak rata, banyak yang menggunakan kawat gigi tanpa ada pengawasan dokter. Atau dalam kasus rabun mata, menggunakan kontak lensa yang tanpa rekomendasi dokter. Hal ini bisa jadi bukannya membantu, namun malah semakin memperparah kondisi anak.

Untuk memberi pemahaman dan informasi lengkap kepada masyarakat itulah Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak mengadakan Talk Show kesehatan yang khusus membahas dua hal ini. Pembicara pertama adalah drg. Julvan GM Nainggolan, Sp.Ort yang akan menjabarkan secara khusus tentang "Gigi sehat pendukung tumbuh kembang anak," dan "Kawat gigi dalam pandangan estetika dan kesehatan." Dengan demikian harapannya adalah agar orang tua memperhatikan kesehatan gigi anak serta memahami benar tentang pemakaian kawat gigi tidak hanya untuk tujuan estetika namun juga medis.

Jangan sampai terlewat tanggalnya....
(sumber gambar: mitramedikahealthcare.com)
Sementara pembicara kedua dr. Nassa Rachmatika, Sp.M bakalan bicara seputar "Deteksi dini dan penanganan masalah mata pada anak," serta "Deteksi dan penanganan selaput mata (pterigium)." Harapannya orang tua dapat mengetahui beberapa gangguan mata pada anak yang sering terjadi dan bagaimana seharusnya hal ini diatasi.

Talkshow kesehatan ini akan dilaksanakan pada hari sabtu, 24 Oktober 2015 dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Bertempat di lantai 5 RS Mitra Medika Pontianak, Jln. Sultan Abdurrahman No.25 Pontianak.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui sms ke nomer 0812 5010 4688 atau telepon ke nomer 0561-584888. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis, namun diwajibkan untuk melakukan pendaftaran terlabih dahulu karena tempat terbatas.

Nah, butuh alasan apa lagi untuk ikutan? Bakal dapat informasi kesehatan yang sangat bermanfaat, gratis pula. Tidak bakalan rugi. Apalagi juga akan ada souvenir menarik, doorprize khusus, serta snack dan makan siang. Belum cukup, di tempat acara juga bakalan ada konsultasi kawat gigi gratis. Jadi catat baik-baik tanggal acaranya, jangan sampai kelewatan.

Informasi lebih lengkapnya bisa kunjungi website RS Mitra Medika Pontianak di www. mitramedikahealthcare.com

Minggu, 11 Oktober 2015

PENGGUNAAN LENSA KONTAK

Gangguan penglihatan sering kali sangat mengganggu bagi sebagian orang. Untuk mereka yang mempunyai gangguan penglihatan yang parah, bisa jadi sampai ada yang kesulitan beraktivitas tanpa alat bantu penglihatan yang tepat. Sementara untuk mereka yang mengalami gangguan dalam kadar yang tidak terlalu tinggi, mungkin tetap bisa melihat, namun tetap saja tidak senyaman dari mereka yang memiliki penglihatan normal. Saya sendiri misalnya, untuk melihat jam di dinding atau menonton televisi saja saya harus menggunakan kacamata.

Menggunakan kacamata bukanlah sesuatu yang nyaman. Dari segi estetika, jika tidak pandai memilih frame kaca mata yang tepat, bisa jadi akan merusak penampilan. Tentu hal ini akan menurunkan kepercayaan diri, terutama untuk mereka yang harus sering beraktivitas di depan banyak orang.

Program kesehatan di Radio Volare Pontianak
(sumber gambar: dokumentasi pribadi)
Belum lagi rasa tidak nyaman, karena ketika menggunakan kacamata berarti kita menempelkan benda asing di atas telinga dan hidung kita. Mereka pengguna kaca mata pasti mengerti bagaimana rasanya. Selain itu, kaca mata bisa jadi membuat kita kesulitan beraktivitas normal. Melakukan olah raga ataupun aktivitas dengan mobilitas tinggi jelas tidak akan sempurna karena kita akan khawatir dengan kacamata yang kita pakai. Begitupun jika kita makan-makanan hangat yang menghasilkan uap, kacamata kita pasti akan langsung berembun.

Alternatif lainnya buat penderita gangguan penglihatan adalah dengan menggunakan kontak lensa. Namun banyak masyarakat, termasuk saya masih ragu untuk menggunakannya. Pertanyaan yang paling umum, adalah apakah penggunaan kontak lensa itu aman? Sebagai satu-satunya organ lunak yang tidak terlindungi, memasang lensa kontak di permukaan mata terlihat agak menyeramkan untuk mereka yang belum pernah menggunakannya. Belum lagi membayangkan akan ada rasa tidak nyaman karena bagaimanapun lensa kontak adalah benda asing yang ditempel langsung dipermukaan kornea mata.

dr. Nassa Rachmatika, Sp. M salah seorang dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak meyakinkan bahwa penggunaan lensa kontak sangat aman selama si pengguna mengikuti petunjuk penggunaan dengan benar. Karena itulah, memahami dengan baik aturan dan tata cara pemakaian lensa kontak adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap penggunanya.

Lensa kontak sendiri biasanya terbagi atas dua macam. Yang pertama adalah softlens yang terbuat dari bahan yang lunak dan sangat tipis bahkan menyerupai gel. Karena sifatnya yang lunak dan menyerupai gel, softlens membuat penggunaannya lebih nyaman serta juga memiliki harga yang terjangkau. Sementara yang kedua adalah hardlens yang terbuat dari bahan yang lebih kaku dan keras. Kelemahan penggunaan hardlens adalah karena akan membuat mata terasa tidak nyaman dan membutuhkan waktu bagi penggunanya untuk beradaptasi. Namun kelebihannya, hardlens memiliki ketahanan yang lebih lama kerena bisa bertahan hingga 2-3 tahun.

Untuk mendapatkan lensa kontak idealnya pasien diharuskan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Hal ini dikarenakan bentuk mata setiap orang tidak sama. Karena itulah dibutuhkan sebuah pemeriksaan yang tepat agar bisa mengukur ukuran kornea yang nantinya akan ditempeli dengan lensa kontak. Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai ukuran dapat membuat penggunanya merasa tidak nyaman. Jika telah didapatkan ukuran kornea, maka si pasien bisa membeli lensa kontak sendiri entah di optik maupun dengan bantuan dokter mata.

Lensa kontak yang paling populer adalah softlens. Softlens sendiri ada berbagai macam jenisnya dan memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Ada softlens harian, yaitu itu softlens yang sifatnya hanya untuk sekali pakai. Jadi begitu selesai dipakai, softlens harus dibuang. Kelebihannya tentu saja adalah softlens jenis ini lebih aman. Kekurangannya adalah boros karena pengguna harus memakai yang baru setiap kali memakai lensa kontak. Sementara jenis lainnya adalah softlens bulanan dan juga tahunan. Softlens jenis ini memiliki masa pakai yang lebih lama, bisa disimpan setelah selesai pemakaian dan bisa dipakai kembali. Karena itulah, softlens jenis ini cenderung lebih hemat. Namun demikian, softlens jenis ini membutuhkan perawatan ekstra. Selain itu juga memiliki resiko lebih besar menjadikan softlens menjadi tempat bersarangnya kuman sehingga berakibat buruk bagi si pengguna softlens. Semakin lama masa pakai softlens semakin besar juga resiko tersebut.

Bersama dr. Nassa Rachmatika, Sp.M (pakaian hitam) dari RS Mitra Medika
(sumber gambar: dok. Pribadi)
Meskipun aman, ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh para pengguna lensa kontak. Ada do dan don't yang harus dipatuhi oleh para pengguna lensa kontak. Hal ini sangat penting karena jika tidak difahami dengan benar bisa mengakibatkan dampak yang sangat fatal. Setiap dokter spesialis mata akan selalu mengedukasi pasiennya yang akan menggunakan lensa kontak tentang hal-hal tersebut. Karena itulah, penggunaan lensa kontak haruslah melalui pemeriksaan dokter terlebih dahulu. Bahkan dr. Nassa menambahkan bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa jadi menyebabkan penggunaan lensa kontak tidak diperkenankan.

Do

  • Gunakan lensa kontak yang tepat dan sesuai.
  • Milikilah perangkat untuk perawatan lensa kontak
  • Sediakan selalu kacamata sebagai cadangan, terutama untuk yang memiliki gangguan penglihatan parah
  • Ketika mata mulai perih, memerah atau terasa tidak nyaman, segera lepaskan lensa kontak
  • Simpanlah kontak lensa pada tempat khususnya

Don't
  • Membersihkan lensa kontak dengan air liur, air kran, atau air apapun. Hanya gunakan air pembersih khusus yang memang disediakan untuk kontak lensa.
  • Menggunakan kontak lensa yang kotor, berdebu atau setelah jatuh ke lantai tanpa dibersihkan terlebih dahulu
  • Menggunakan lensa yang telah disimpan di tempat penyimpanannya lebih dari 7 hari tanpa dibersihkan terlebih dahulu
  • Tidur dengan lensa kontak yang masih terpasang.
  • Mandi tanpa melepaskan lensa kontak
  • Memakai lensa kontak untuk berenang di kolam renang, kolam air panas, olah raga air lain tanpa menggunakan kacamata pelindung
  • Beraktivitas berat yang beresiko membuat benturan dengan mata atau lensa kontak terlepas
  • Menggunakan tetes mata tanpa konsultasi dengan dokter mata
Itulah beberapa hal yang patut diperhatikan oleh mereka para pengguna lensa kontak. Sebagian mitos yang beredar adalah bahwa kaca mata ataupun lensa kontak akan dapat mengurangi ataupun menambah besar kerusakan mata khususnya rabun jauh sama sekali tidak benar. Yang menyebabkan penambahan angka minus pada mata itu adalah karena pertumbuhan organ mata yang akibatnya selisih jarak bayangan dan retina juga bertambah. Karena itulah, untuk yang telah melewati masa pertumbuhan, penambahan minus mata jarang terjadi.

Kamis, 01 Oktober 2015

MAMOGRAFI DAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

Kanker payudara bisa jadi merupakan salah satu momok bagi kaum wanita saat ini. Bagaimana tidak, penyakit satu ini adalah penyebab kedua terbanyak kematian pada wanita. Berdasarkan laporan dari cancer.org, di tahun 2007 telah ada 178.000 kasus kanker payudara baru dan lebih dari 40.000 wanita meninggal oleh karenanya.

Kesalahan yang sering membuat angka fatalitas kanker payudara menjadi tinggi adalah terlambatnya pendeteksian dini penyakit tersebut. Beberapa pasien biasanya tidak memperhatikan tanda-tanda awal dari penyakit ini dan membiarkannya. Hingga kemudian baru mendapat penanganan ketika kanker sudah memasuki tahapan lanjut.

Setiap wanita memiliki resiko kanker payudara. Untuk wanita berusia di atas empat puluh mempunyai kecenderungan resiko yang lebih tinggi, karena itulah tingkat kewaspadaan ketika memasuki usia tersebut harus lebih diperhatikan.

Menurut dr. Hygiena Kumala Sari, dokter dari Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak, kesadaran kaum wanita untuk memeriksakan dirinya dari kanker payudara harus semakin ditumbuhkan. Salah satu metode yang sering dipakai untuk deteksi kanker payudara adalah dengan Mamografi.


Bersama dr. Hygiena Kumala Sari (paling kiri) atau biasa disapa dr. Cici
Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mamografi ini digunakan untuk melihat beberapa jenis tumor atau kista dan telah terbukti mampu mengurangi mortalitas akibat kanker payudara. Disebutkan oleh dr. Hygiena yang biasa disapa dr. Cici, bahwa perempuan yang melakukan mammogram secara rutin, ternyata menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara menjadi 50%.

Seberapa rutinkah pemeriksaan mamografi ini harusnya dilakukan?

Idealnya, untuk wanita dalam rentang usia 20 – 40 tahun, mamografi dapat dilakukan setiap 3 tahun sekali. Namun untuk wanita berusia di atas 40 tahun, maka intensitas pemeriksaan harus ditingkatkan menjadi setahun sekali. Untuk di Pontianak sendiri, pemeriksaan dengan metode Mamografi dapat dilakukan di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak.

Namun, meski Mamografi jauh lebih akurat, namun ada juga cara sederhana untuk mendeteksi kanker payudara secara manual. Tentu saja cara ini akan jauh lebih mudah dan murah namun efektif sebagai upaya deteksi dini. Metodi ini dinamakan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Dr. Cici menjelaskan bagaimana SADARI ini dilakukan dan bisa dilaksanakan sendiri oleh semua perempuan dengan cara sebagai berikut:

  1. Berdiri di depan cermin dengan lengan menjuntai ke bawah. Perhatikan apakah ada benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  2. Angkat kedua tangan sampai berada di belakang kepala, ulangi pemeriksaan di sisi samping tubuh.
  3. Tekan kuat-kuat tangan di pinggul dan gerakkan lengan serta siku ke depan sambil mengangkat bahu. 
  4. Gerakan ini akan menegangkan otot payudara dan membuat benjolan lebih mudah terlihat.
  5. Angkat lengan kiri dan raba payudara dengan telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kanan anda. 
  6. Lakukan gerakan memutar, ke atas bawah, atau gerakan dari tengah keluar untuk mendeteksi adanya benjolan.
  7. Pencet pelan-pelan puting payudara, perhatikan apakah keluar cairan yang tidak normal.
  8. Berbaring dengan tangan kiri di bawah kepala. Letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan. Raba seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan memutar, dari tengah kelur, atau atas bawah. Ulangi cara yang sama untuk memeriksa payudara kanan.
  9. Perhatikan bagian atas payudara yang berada di dekat ketiak karena di situlah banyak ditemukan tumor payudara.


Jika kemudian ditemukan tanda-tanda atau adanya perubahan pada payudara, segeralah konsultasikan ke dokter dan lakukan mamografi untuk pemeriksaan yang lebih akurat.

Sebagai informasi tambahan, dr. Cici juga menyampaikan bahwa proses menyusui yang dilakukan seorang ibu terhadap anaknya juga akan menurunkan resiko kanker payudara. Karena itulah pemberian ASI juga sangat dianjurkan dilakukan oleh setiap ibu. Selain itu, meski umumnya terjadi pada wanita, namun bukan berarti kaum pria terbebas dari ancaman kanker payudara. Berdasarkan data tahun 2007, telah ada lebih dari 2.000 pria yang terdiagnosa kanker payudara dan hampir 450 orang pria meninggal karenanya. Terlebih lagi deteksi kanker payudara pada pria jarang sekali dilakukan, akibatnya pria sering terdeteksi dalam stadium yang lebih berat sehingga tingkat keselamatannya seringkali lebih kecil.

RS Mitra Medika Pontianak, salah satu RS yang menyediakan mamografi
(sumber gambar: mitramedikahealthcare.com)
Untuk informasi lebih lanjut bisa datang ke:
RS Mitra Medika Pontianak, Jl. Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak No. 25 Pontianak, Indonesia. Telp: 0561 - 584-888

Jumat, 18 September 2015

PENANGANAN BATU SALURAN KEMIH DENGAN ESWL

Penyakit batu saluran kemih adalah salah satu penyakit yang umum ditemui di Indonesia. Biasanya juga dikenal dengan penyakit batu ginjal ataupun kencing batu oleh masyarakat. Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan membahas panjang lebar tentang penyakit ini bersama dr. Budi Phua, dokter umum dari RS Mitra Medika Pontianak yang biasa turut serta mendampingi dalam penanganan penyakit ini dengan metode ESWL.


Bersama dr. Budi Phua (paling kiri) dari RS Mitra Medika
(sumber gambar: dok. pribadi)
Penyakit batu saluran kemih sendiri adalah penyakit yang muncul akibat ditemukannya batu disepanjang saluran kencing yaitu ginjal, ureter, kandung kemih dan saluran urethra. Munculnya batu ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya berasal dari endapan mineral-mineral yang tidak terbuang sempurna melalui saluran ekskresi. 

Gejala penyakit batu saluran kemih ini bisa berbeda-beda berdasarkan letak batuk. Umumnya ditandai dengan rasa nyeri disekitar pinggang ataupun perut yang menjalar hingga lipatan paha bahkan buah zakar (pada laki-laki). Selain itu, kadang-kadang air seni berwarna kemerahan atau keruh serta ada rasa nyeri di akhir kencing. Hal ini biasanya terjadi ketika ukuran batu sudah cukup besar. Namun dalam kebanyakan kasus, penyakit ini sering pula tanpa gejala terutama ketika ukuran batu masih kecil, sehingga justru dikenali ketika sedang melakukan general check-up. Meski mayoritas kasus batu saluran kemih ini terjadi pada laki-laki, namun penyakit ini juga menyerang kaum wanita.

Penanganan penyakit saluran kemih ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan memberikan obat dan operasi bedah.

Penanganan dengan pemberian obat-obatan umumnya dilakukan ketika batu masih berukuran kecil. Dokter spesialis urologi biasanya akan memberikan obat medis yang akan membuat batu saluran kemih ini hancur dan luruh keluar bersama urin.

Jika penanganan dengan obat tidak memungkinkan, upaya medis yang dilakukan adalah mengeluarkan batu dengan proses bedah. Ada dua macam model bedah untuk penanganan penyakit ini. Yaitu dengan bedah konservatif yaitu proses bedah sebagaimana yang biasa kita kenal.

Metode bedah lainnya adalah dengan ESWL atau Extra-corporeal Shock Wave Lithotripsy. Dengan mesin ESWL, batu saluran kemih akan dihancurkan dengan cara mengirimkan semacam gelombang kejut. Kemudian batu saluran kemih yang telah dihancurkan tersebut akan keluar bersama air kencing/ urine. Banyaknya penanganan dengan metode ESWL akan dilakukan berdasarkan ukuran batu dan zat pembentuknya. Untuk yang berukuran besar bisa jadi dibutuhkan beberapa kali proses penanganan agar batu tersebut hancur sebagaimana yang diharapkan. 

Ada beberapa keunggulan dari metode ESWL ini dibanding metode bedah biasa. Seperti bahwa tidak perlu adanya proses bedah biasa (tanpa luka dan pembiusan), sehingga tidak perlu adanya proses rawat inap yang memakan waktu. Bahkan setelah proses penanganan dengan ESWL ini, pasien akan bisa langsung kembali beraktivitas sehingga sangat cocok sekali untuk mereka yang sibuk dan tidak memiliki waktu banyak untuk menjalani proses operasi bedah konvensional. Selain itu, karena tanpa ada proses pembedahan, metode ini juga tidak menimbulkan rasa sakit berlebih yang mungkin muncul jika menggunakan metode bedah biasa. Boleh dibilang metode ESWL ini adalah tindakan yang cukup aman, efektif dan dengan resiko yang jauh lebih kecil dibandingkan operasi biasa yang mengharuskan pembiusan total.

Pertama dan satu-satunya dengan metode ESWL di Pontianak...
(sumber gambar: kalbar.antaranews.com)
Untuk di kota Pontianak, mesin ESWL untuk penanganan batu saluran kemih ini baru bisa ditemui di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak. RS Mitra Medika adalah yang pertama dan satu-satunya di Pontianak yang akan memberikan penanganan saluran batu kemih dengan cepat, tepat dan efektif.

Informasi lebih lanjut bisa datang ke: 
RS Mitra Medika Pontianak, Jl. Sultan Abdurrahman No. 25 Pontianak, Indonesia.
Telp : 0561 - 584-888 

Kamis, 10 September 2015

BERDAMAI DENGAN KABUT ASAP

Indonesia mah indah, cuma ke tutup asap...
(sumber gambar: facebook)
Gambar di atas mungkin bukan cuma dirasakan oleh orang Palembang saja, namun juga orang-orang di kota saya, kota Pontianak. Saban tahun, ketika musim kemarau tiba, maka kabut asap akan mulai bermunculan. Makanya sampai ada yang bilang, jika ingin tinggal di Pontianak harus bisa berdamai dengan kabut asap.

Kabut asap memang menjadi masalah tahunan di beberapa daerah termasuk Pontianak dan Kalimantan Barat. Beberapa daerah lain yang berada di Sumatera dan Kalimantan juga mengalaminya, terutama daerah yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan. Walau di daerah-daerah tersebut asap memang paling terasa, dampak dari kabut asap ini dirasakan oleh sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan Singapura pernah mengajukan protes akibat asap yang dikirimkan Indonesia ini.

Yang menjadi kambing hitam dari permasalahan kabut asap ini memang adalah petani dan perusahaan yang kerap kali melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar lahan. Hal ini terjadi karena memang membakar lahan adalah cara yang paling mudah dan murah untuk menyiapkan lahan. Bahkan konon ada yang percaya bahwa untuk tanah gambut, pembakaran lahan justru akan meningkatkan kesuburan tanah ketika di tanam nanti. Sayangnya upaya ini tidak memperhitungkan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Banyak dampak negatif yang dirasakan masyarakat dari kabut asap ini. Dampak paling nyata adalah dari sisi kesehatan. Di Pontianak, selama kabut asap, penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Dampak lain yag paling terasa adalah di industri penerbangan. Jelas akan ada banyak penerbangan yang terpaksa delay bahkan gagal berangkat karena kabut asap. Selain itu banyak aktifitas yang terganggu. Pagi ini saja, di Pontianak aktifitas belajar-mengajar diliburkan karena kabut asap dianggap memasuki taraf berbahaya.

Namun sebagai orang yang tinggal di kota yang memang rutin terkena kabut asap ini, mau tidak mau saya harus bisa berdamai dengan semua ini. Tentu saja yang bisa saya lakukan adalah meminimalisir dampak yang mungkin bisa ditimbulkan oleh kabut asap ini.

Mengurangi keluar rumah

Kabut asap di kota Pontianak sudah memasuki taraf yang berbahaya untuk kesehatan. Karena itu mengurangi keluar rumah adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Waktu yang dianggap paling aman untuk keluar adalah sekitar jam 9 sampai 11 pagi. Di waktu-waktu lain, terlebih malam hari, pagi dan sore sangatlah dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Karenanya dalam situasi kabut asap seperti sekarang, ada baiknya hal-hal yang tidak terlalu penting di luar rumah dibatasi. Selain bisa menjaga kesehatan kita agar terhindar dari ISPA atau penyakit lainnya, kita juga bisa menghemat budget jalan-jalan kita.

Selalu gunakan masker

Namun jikapun kita tidak bisa menghindar untuk keluar rumah, maka senantiasalah gunakan masker. Tujuannya agar organ pernafasan kita tidak terpapar langsung oleh kabut asap yang jelas berbahaya. Mendapatkan masker juga kini sangat mudah. Biasanya di daerah-daerah rawan bencana kabut asap seperti Pontianak, pembagian masker gratis di jalan-jalan raya akan mudah kita dapati. Kalaupun tidak, kita bisa akan mendapatinya di minimarket ataupun apotik terdekat.
Selalu gunakan masker kalau berkunjung di Pontianak saat musim asap...
(sumber gambar: dok. pribadi)
Biasakan hidup sehat

Kabut asap juga biasanya menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh jadi mudah terserang berbagai penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Karena itulah, kita harus mengimbanginya dengan nutrisi yang seimbang. Lakukan gaya hidup yang sehat dengan menghindari rokok dan stress serta beristirahat yang cukup. Seandainya ingin tetap berolah raga, lakukan olah raga yang bisa dikerjakan di dalam ruangan. Dan yang tak kalah penting, perbanyaklah meminum air putih.

Jaga diri dan makanan dari paparan langsung asap

Menghindarkan diri dari asap adalah hal yang juga harus dilakukan. Usahakan agar polusi asap tidak masuk ke dalam ruangan tertutup di rumah, kantor ataupun sekolah tempat kita beraktivitas. Tutup tempat penampungan air yang biasa kita gunakan untuk dikonsumsi. Serta jangan lupa untuk mencuci makanan seperti buah dan sayur dengan bersih. 

Konsultasi ke dokter

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter ketika mulai terjadi gejala-gejala gangguan kesehatan. Untuk mereka yang memiliki penyakit jatung ataupun gangguan saluran pernafasan ada baiknya meminta nasihat dokter untuk menghindari dampak buruk. Sekarang pertolongan kesehatan sudah bisa kita dapatkan dengan mudah. Tidak harus ke rumah sakit, ke puskesmas atau klinik terdekat sudah cukup.

Mungkin itu adalah beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk berdamai dengan kabut asap. Terkadang orang-orang seperti saya yang tinggal di daerah yang tiap tahun harus berhadapan dengan bencana ini merasa jengkel juga. Namun toh menggerutu atau memaki pemerintah tidak akan ada gunanya. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah memastikan bahwa saya dan orang-orang terdekat saya bukan salah satu yang menyebabkan bencana kabut asap ini.

Tentu saja sambil berharap kabut asap yang datang dan datang lagi di setiap musim kemarau bisa ditangani oleh pemerintah. Masa nggak bisa? Saya yakin harusnya sih bisa! Bener nggak?
Kabut asap masih tebal selimuti Pontianak...
(sumber gambar: tribunnews.com)

Rabu, 09 September 2015

KESEHATAN REPRODUKSI : KETIDAKSUBURAN

Anak mungkin jadi dambaan setiap pasangan yang menikah. Tentu sebuah karunia dan kebahagiaan ketika sebuah keluarga dilengkapi dengan kehadiran si kecil yang menggemaskan.

Sayangnya tidak semua keluarga seberuntung itu. Beberapa pasangan terpaksa harus bersabar menanti kehadiran buah hati yang diidamkan. Tidak sedikit yang juga mendapat tekanan dari pihak luar dengan pertanyaan "kapan nih punya momongan?"

Berfoto bersama pak Abrori, M.Kes seusai siaran...
Walaupun cepat atau lamanya kita memiliki anak mutlak adalah kehendak dari Yang Maha Kuasa. Namun tentu manusia memiliki keharusan untuk berikhtiar dan tidak berputus asa. Dan tentu mencari bantuan secara medis adalah cara yang paling tepat untuk menghadapi masalah ini.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya sempat ngobrol bersama bapak Abrori, M.Kes seputar masalah ini saat bersiaran. Beliau adalah pakar dan konsultan di bidang kesehatan reproduksi sekaligus tenaga pengajar di salah satu universitas swasta yang ada di kota Pontianak. Menurut data yang diperoleh beliau dari berbagai sumber, angka ketidaksuburan alias kesulitan pasangan memiliki keturunan memang memiliki peningkatan signifikan. Sebabnya bisa bermacam-macam faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, stres, quality time yang minim, dan kesadaran untuk memeriksakan diri yang meningkat. 

Dan temuan menarik juga menurut pak Abrori, kesadaran yang meningkat dari kaum pria untuk memeriksakan diri telah memberikan sebuah fakta baru bahwa tidak hanya perempuan yang mengalami infertilitas yang menjadi penyebab sulitnya memiliki keturunan. Banyak kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kaum pria juga mengalami infertilitas.

Adapun beberapa faktor yang sering kali menjadi sebab infertilitas adalah karena minimnya quality time dan tekanan stres. Dengan pola hidup masyarakat urban yang kompetitif, hal ini sering kali menjadi kendala bagi banyak pasangan. Belum lagi asupan makanan yang tak sesuai dengan kebutuhan, hal ini makin memperburuk keadaan.

Dari sisi wanita, kesuburan sangat erat kaitannya dengan usia. Pernikahan yang terlalu dini, serta yang terlalu lambat memiliki resiko berkenaan dengan kehamilan. Menurut pak Abror, kesuburan sel telur seorang wanita itu mencapai puncaknya pada usia dua puluhan hingga tiga puluh tahun.

Tidak jarang masalah anak mengganggu keharmonisan rumah tangga...
(sumber gambar: artikelindonesia.web.id)
Dahulu, wanita sering kali dianggap bertanggung jawab pada kasus sulitnya memiliki keturunan. Faktanya, hal ini disebabkan oleh minimnya kaum pria yang melakukan konsultasi ke dokter. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, tampak pula kenyataan bahwa pria juga mengalami banyak kasus infertilitas, yang meliputi kualitas sperma yang buruk, impotensi atau faktor-faktor lainnya. Pria yang memiliki kurang dari 20 juta sel sperma per militer air mani beresiko mengalami masalah infertilitas ini.

Ditegaskan juga oleh pak Abrori, mitos-mitos seputar makanan yang bisa meningkatkan libido tampaknya tidak berpengaruh dengan tingkat kesuburan serta kualitas sperma. Makanan-makanan tersebut yang dikenal dengan afrosidiak cenderung hanya mempengaruhi hormon untuk dorongan aktivitas seksual bukan terkait kesuburan.

Saran yang diberikan oleh pak Abror untuk keluarga yang masih menunggu keturunan antara lain adalah dengan sesegera mungkin untuk berkonsultasi dengan dokter. Tidak usah ragu apalagi takut, karena kerahasiaan terjamin. Ada baiknya pula untuk pasangan-pasangan yang sedang menyiapkan pernikahan juga melakukan konsultasi kepada dokter. Tujuannya agar dapat menyiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam perjalanan rumah tangganya kelak.

Kemudian biasakan gaya hidup yang sehat. Makanan bergizi, menghindari rokok, mengurangi konsumsi makanan dengan zat karsinogen, dan menjauhi stress adalah sedikit cara dalam upaya untuk menjaga kesuburan. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin E dan C serta memperkaya diri dengan suplemen.

Selain itu, segala perangkat yang bisa membuat kita terpapar medan elektrostatis dan elektromagnetik seperti ponsel dan semacamnya, sebaiknya tidak ditempatkan di saku celana. Juga menghindari untuk terlalu sering memakai celana jeans yang terlalu ketat.

Terakhir menjadikan aktivitas seksual sebagai ritual yang saling menyenangkan dan tanpa tekanan serta dengan kualitas waktu yang memadai akan mendorong kegiatan seksual suami istri menjadi aktivitas yang menambah keharmonisan rumah tangga. Hasilnya segala upaya untuk memperoleh keturunan tidak akan menjadi beban dan dilalui dengan enjoy. Dan seandainyapun belum mendapat anugrah yang diharapkan, hubungan suami istri akan tetap erat dan kuat.

Minggu, 06 September 2015

SEDIKIT CATATAN TENTANG KESEHATAN

Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya hendak menulis tentang dunia kesehatan? Sebenarnya latar belakang pendidikan saya sama sekali tidak berhubungan dengan kesehatan. Keseharian saya pun tidak sering bersentuhan dan berinteraksi intens secara langsung dengan dunia medis. Tentu jika dirawat di rumah sakit tidak dimasukkan sebagai salah satunya.

Mengapa saya menulis tentang kesehatan adalah karena saya mencintai perkerjaan saya. Saya selain seorang penulis, blogger dan entrepreneur, saya adalah seorang penyiar radio. Dan di radio tempat saya berkerja, saat ini saya sedang memproduseri sebuah program bertema kesehatan. Tepatnya dalam program bertajuk "Tetangga Bang Iman", yang mengudara setiap seminggu sekali pada hari sabtu dari pukul sembilan hingga sebelas pagi.


Dalam program ini, saya akan membahas tema-tema kesehatan yang sering terjadi di sekitar kita. Serta tidak lupa saya juga akan menghadirkan narasumber tokoh kesehatan yang tentu memahami bidangnya. Nah kan dari pada obrolan setiap sabtu pagi ini menguap dan menghilang, alangkah baiknya jika terdokumentasikan dalam bentuk tulisan di dalam blog ini.


Setiap minggu rencananya saya akan berusaha mengupdate blog ini dengan tema yang dibahas pada hari sabtu yang baru lewat. Dengan demikian buat teman-teman yang terlewat mendengarkan bisa membacanya di blog ini. 


Karena itu nantikan terus informasi-informasi kesehatan menarik di blog ini. Serta jika ada yang hendak bertanya atau hendak menitip pertanyaan seputar tema kesehatan, bisa meninggalkannya di kolom komentar. Tentu saja harapan saya, semoga blog ini memberikan banyak manfaat untuk siapa saja.

Dangan jangan lupa juga untuk terus mendengar Program "Tetangga Bang Iman", setiap Sabtu, jam sembilan hingga sebelas pagi, hanya di Radio Volare Pontianak, 103.4 fm. Buat yang di luar Pontianak bisa juga mendengarkan secara online dengan mengunjungi website www.volarefm.com.



Duet punggawa #TetanggaBangIman, Tari dan Iman akan sehatkan sabtu bujang dare...
(sumber gambar: dok pribadi)
Copyright © 2014 SANTOSA-IS-ME