Senin, 05 Oktober 2015

SOLO TRAVELER, WHY NOT?

Doyan traveling?

Saya rasa tidak ada yang tidak menyukai menjadi seorang traveler. Karena secara naluriah manusia itu menyukai hal-hal baru dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dan menjadi traveler adalah salah satu cara memenuhi dua naluri dasar manusia tersebut.

Hanya saja tidak semua orang bisa bebas melakukan jalan-jalan sesuka hatinya. Ada banyak faktor yang sering kali menjadi penghambatnya. Mulai dari biaya, waktu, usia, sampai bahkan ketakutan-ketakutan yang sebenarnya belum terjadi. Sering teman yang diajak melakukan perjalanan ke luar kota lebih dulu menanyakan "nanti makan apa di sana?" atau "nanti nginapnya dimana?" Padahal dengan teknologi informasi yang serba canggih seperti sekarang ketakutan-ketakutan konyol semacam ini harusnya bisa dijawab dan diatasi.

Buat mereka yang punya jam terbang tinggi di dunia traveling, jalan-jalan sendirian ke sebuah tempat baru mungkin sesuatu yang biasa-biasa saja. Namun untuk orang-orang seperti saya yang jarang traveling dan cuma bisa jalan-jalan ketika diizinkan cuti oleh kantor, pergi ke sebuah tempat baru seorang diri mungkin bukan suatu pilihan yang populer.

Meski begitu, buat mereka yang menyukai tantangan dan mengagungkan kebebasan, solo traveling bisa jadi sesuatu yang menyenangkan. Tapi kan sepi kalau jalan sendirian? Bisa jadi juga, tapi bisa jadi juga nggak. Untuk berwisata ke daerah-daerah perkotaan, menjadi solo traveler menurut saya adalah pilihan yang tepat. Kemudahan akses informasi, keamanan, dan sarana yang lengkap di daerah perkotaan, saya rasa tidak akan membuat kita yang jalan sendirian bakal tersesat. Berikut beberapa hal yang bisa menggambarkan apa yang akan kamu dapatkan ketika melakukan solo traveling.

Tidak perlu menunggu siapa-siapa untuk liburan

Yang paling menguntungkan menjadi seorang solo traveler adalah kita tidak perlu menunggu siapa-siapa untuk melakukan perjalanan. Menjadi solo traveler adalah tentang diri kita sendiri. Begitu kita ada waktu senggang, kita bisa langsung memulai perjalanan.


Solo traveling itu tentang kita dan diri kita sendiri...
(sumber gambar: gbtimes.com)
Perkara waktu ini jangan dianggap sebagai sesuatu yang sepele. Banyak yang tidak jadi berpergian bersama teman-temannya karena tidak berhasil menemukan kesamaan waktu senggang. Terlebih untuk mereka yang sudah berkerja dan terikat dengan jadwal serta target dalam perkerjaan.

Maka kemewahan terbesar seorang solo traveler adalah kebebasan menentukan kapan hendak pergi tanpa harus menunggu atau menyamakan jadwal cuti dengan orang. Bahkan memaksimalkan akhir pekan yang singkat itu dengan traveling pun tidak akan menjadi persoalan.

Bebas menentukan tujuan dan jadwal

Setiap orang yang bertraveling punya preferensi tempat tujuan yang berbeda-beda. Begitupun kesenangannya, ada yang doyan belanja, ada juga yang mementingkan kuliner, atau ada yang fokus pada wisata budaya. Nah, dengan segala macam perbedaan ini ketika kita melakukan traveling bersama, harus ada yang mengalah.

Traveling bersama berarti kita harus siap menekan ego masing-masing. Kita harus belajar berkompromi dengan rekan traveling, entah soal tujuan, jadwal, ongkos, bahkan apa saja. Hal ini semata-mata agar kegiatan traveling menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi tiap orang.

Nah, hal-hal tersebut tidak akan kita temui apabila kita melakukan solo traveler. Kita akan bebas menentukan segala sesuatunya seorang diri tanpa perlu memperhatikan pertimbangan orang lain. Mau belanja, makan atau sekedar mencoba mengunjungi tempat-tempat baru, ya silahkan-silahkan saja. Bahkan untuk ikut wisata ekstrem sekalipun, selama kita suka, nggak ada yang jadi penghalang. Selain itu, soal belanja kita bisa bebas mau hemat ataupun boros. Soalnya maklum, kalau bareng teman biasanya kita nggak bisa jor-joran soalnya harus mempertimbangkan teman kita juga kan?

Selain itu, dengan menjadi solo traveler, kita yang impulsif dan suka berubah-rubah rencana bisa bebas. Tiba-tiba kepengen ke sana atau ke sini, ya terserah saja.

Tidak ada drama dan hidup lebih fleksibel

Solo treveling akan membebaskan kita dari kemungkinan hadirnya friksi antara kita dan teman perjalanan kita. Bayangkan, jika kita berantem dengan teman seperjalanan, pasti bakalan bikin bete. Mood menghilang dan akhirnya segala rencana perjalanan kita bisa berantakan.

Selain itu, menjadi solo traveling bakal bikin kita jadi lebih fleksibel. Kadang kalau bareng teman, kita rada ragu soal banyak hal, entah itu penginapan atau makanan. Sebabnya karena kita takut pilihan kita nggak sesuai dan nggak disetujui oleh teman seperjalanan kita. Namun dengan bersolo traveling, kita bahkan bisa lebih fleksibel soal segala hal. Mau nginep di hotel, hostel, atau bahkan nyobain menggelandang sekalipun, bebas-bebas saja. Makan juga terserah kita mau yang di restoran mahal ataupun sekedar street food yang murah meriah.

Tidak ada yang motoin

Untuk traveler baik yang senior maupun yang pemula, dokumentasi adalah hal wajib dalam setiap perjalanan. Tanpa foto rasanya akan ada yang kurang. Bukan sekedar sebagai bukti bahwa kita pernah ke tempat-tempat tersebut, namun juga rekaman kenangan dari pengalaman-pengalaman perjalanan kita.

Nah memfoto adalah hal yang jadi kendala ketika kita melakukan solo traveling. Terutama buat mereka yang nggak doyan selfie. Karena kita sendirian, tidak ada yang akan memotretkan kita bersama objek yang ingin kita ajak berfoto. Akibatnya kita cuma bisa memotret pemandangan-pemandangan di tempat yang kita kunjungi tersebut tanpa kita sendiri bisa ikut masuk kedalam foto. Bisa-bisa ntar kita dibilangin cuma comot gambar dari internet.


Solo traveler biasanya cuma bisa motoin kaki...
(sumber gambar : dokumen pribadi)

Sebenarnya ini bisa disiasati dengan minta bantuan orang-orang untuk memfotokan. Tapi kalau tiap kali mau foto musti minta tolong orang lain dulu, apa nggak ribet? Apalagi di beberapa tempat wisata ada saja yang menawarkan jasa meotret. Hanya saja, namanya jasa berarti ada harga yang harus dibayarkan untuk perkerjaan mudah seperti itu.

Kalau yang pemalu bisa sesat di jalan

Ada pepatah yang bilang "Malu bertanya, sesat di jalan." Buat para pemalu, jadi solo traveling mungkin bisa jadi mimpi buruk. Karena maklum saja, jika kita kepengen jalan-jalan ke tempat wisata yang belum pernah kita kunjungi, terus kita malu buat tanya-tanya entah alamat ataupun petunjuk arah, bisa-bisa kita bakalan tersesat.

Sekarang memang sudah ada GPS yang sangat memudahkan soal pencarian arah. Tapi komunikasi yang baik adalah susuatu yang tetap dibutuhkan. Ia bisa digunakan untuk macam-macam, menawar barang, bertanya alamat, mencari angkot, dan lain-lain. Kalau kita kebanyakan rasa malu tidak pada tempatnya dan enggan bertanya ketika bersolo traveling, bisa jadi banyak kerugian entah itu waktu, uang atau apapun.

Nah itu di dalam negeri, di luar neger jauh lebih sulit lagi. Meski kita gape berbahasa Inggris, tak berarti masalah beres. Banyak negara yang masih menggunakan bahasa mereka sendiri bahkan juga aksaranya sendiri. Nah di tempat-tempat seperti begini, kita bakal diharuskan lebih banyak bertanya. Nah, jadi sebelum bersolo traveling, siapkan mental kita untuk banyak bertanya pada orang asing. 

Kemandirian diuji dan bersiaplah berkenalan dengan orang-orang baru

Pada akhirnya, semua kemungkinan yang terjadi ketika bersolo traveling akan membuat kemadirian kita diuji. Kita harus siap untuk memecahkan masalah dan tantangan yang dihadapi selama perjalanan seorang diri. Kita juga dituntut untuk siap membuat keputusan dan tentu saja mempertanggung jawabkan konsekuensi dari keputusan tersebut.

Dan yang menurut saya paling menyenangkan adalah, bersolo treveling membuka peluang kita untuk berkenalan dengan banyak orang-orang baru. Nggak lucukan jika sepanjang perjalanan yang jadi teman kita cuma smartphone aja. Ngobrolnya pun cuma di aplikasi chating dan dengan orang-orang yang justru ada jauh entah di mana. Lihatlah orang disekitar kita. Ajaklah mereka ngobrol dan bicara. Barangkali kita akan menemukan banyak kejutan dan cerita luar biasa.

Kamis, 01 Oktober 2015

MAMOGRAFI DAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

Kanker payudara bisa jadi merupakan salah satu momok bagi kaum wanita saat ini. Bagaimana tidak, penyakit satu ini adalah penyebab kedua terbanyak kematian pada wanita. Berdasarkan laporan dari cancer.org, di tahun 2007 telah ada 178.000 kasus kanker payudara baru dan lebih dari 40.000 wanita meninggal oleh karenanya.

Kesalahan yang sering membuat angka fatalitas kanker payudara menjadi tinggi adalah terlambatnya pendeteksian dini penyakit tersebut. Beberapa pasien biasanya tidak memperhatikan tanda-tanda awal dari penyakit ini dan membiarkannya. Hingga kemudian baru mendapat penanganan ketika kanker sudah memasuki tahapan lanjut.

Setiap wanita memiliki resiko kanker payudara. Untuk wanita berusia di atas empat puluh mempunyai kecenderungan resiko yang lebih tinggi, karena itulah tingkat kewaspadaan ketika memasuki usia tersebut harus lebih diperhatikan.

Menurut dr. Hygiena Kumala Sari, dokter dari Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak, kesadaran kaum wanita untuk memeriksakan dirinya dari kanker payudara harus semakin ditumbuhkan. Salah satu metode yang sering dipakai untuk deteksi kanker payudara adalah dengan Mamografi.


Bersama dr. Hygiena Kumala Sari (paling kiri) atau biasa disapa dr. Cici
Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mamografi ini digunakan untuk melihat beberapa jenis tumor atau kista dan telah terbukti mampu mengurangi mortalitas akibat kanker payudara. Disebutkan oleh dr. Hygiena yang biasa disapa dr. Cici, bahwa perempuan yang melakukan mammogram secara rutin, ternyata menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara menjadi 50%.

Seberapa rutinkah pemeriksaan mamografi ini harusnya dilakukan?

Idealnya, untuk wanita dalam rentang usia 20 – 40 tahun, mamografi dapat dilakukan setiap 3 tahun sekali. Namun untuk wanita berusia di atas 40 tahun, maka intensitas pemeriksaan harus ditingkatkan menjadi setahun sekali. Untuk di Pontianak sendiri, pemeriksaan dengan metode Mamografi dapat dilakukan di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak.

Namun, meski Mamografi jauh lebih akurat, namun ada juga cara sederhana untuk mendeteksi kanker payudara secara manual. Tentu saja cara ini akan jauh lebih mudah dan murah namun efektif sebagai upaya deteksi dini. Metodi ini dinamakan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Dr. Cici menjelaskan bagaimana SADARI ini dilakukan dan bisa dilaksanakan sendiri oleh semua perempuan dengan cara sebagai berikut:

  1. Berdiri di depan cermin dengan lengan menjuntai ke bawah. Perhatikan apakah ada benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  2. Angkat kedua tangan sampai berada di belakang kepala, ulangi pemeriksaan di sisi samping tubuh.
  3. Tekan kuat-kuat tangan di pinggul dan gerakkan lengan serta siku ke depan sambil mengangkat bahu. 
  4. Gerakan ini akan menegangkan otot payudara dan membuat benjolan lebih mudah terlihat.
  5. Angkat lengan kiri dan raba payudara dengan telunjuk, jari tengah, dan jari manis tangan kanan anda. 
  6. Lakukan gerakan memutar, ke atas bawah, atau gerakan dari tengah keluar untuk mendeteksi adanya benjolan.
  7. Pencet pelan-pelan puting payudara, perhatikan apakah keluar cairan yang tidak normal.
  8. Berbaring dengan tangan kiri di bawah kepala. Letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan. Raba seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan memutar, dari tengah kelur, atau atas bawah. Ulangi cara yang sama untuk memeriksa payudara kanan.
  9. Perhatikan bagian atas payudara yang berada di dekat ketiak karena di situlah banyak ditemukan tumor payudara.


Jika kemudian ditemukan tanda-tanda atau adanya perubahan pada payudara, segeralah konsultasikan ke dokter dan lakukan mamografi untuk pemeriksaan yang lebih akurat.

Sebagai informasi tambahan, dr. Cici juga menyampaikan bahwa proses menyusui yang dilakukan seorang ibu terhadap anaknya juga akan menurunkan resiko kanker payudara. Karena itulah pemberian ASI juga sangat dianjurkan dilakukan oleh setiap ibu. Selain itu, meski umumnya terjadi pada wanita, namun bukan berarti kaum pria terbebas dari ancaman kanker payudara. Berdasarkan data tahun 2007, telah ada lebih dari 2.000 pria yang terdiagnosa kanker payudara dan hampir 450 orang pria meninggal karenanya. Terlebih lagi deteksi kanker payudara pada pria jarang sekali dilakukan, akibatnya pria sering terdeteksi dalam stadium yang lebih berat sehingga tingkat keselamatannya seringkali lebih kecil.

RS Mitra Medika Pontianak, salah satu RS yang menyediakan mamografi
(sumber gambar: mitramedikahealthcare.com)
Untuk informasi lebih lanjut bisa datang ke:
RS Mitra Medika Pontianak, Jl. Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak No. 25 Pontianak, Indonesia. Telp: 0561 - 584-888

Rabu, 30 September 2015

KRITIK SOSIAL HAMKA LEWAT KARYA-KARYANYA

Sebagian orang mungkin menilai seni hanya sebagai sebuah karya estetika semata yang cuma bicara soal keindahan. Namun sejatinya, seni bisa lebih dari itu. Seni seringkali bisa tampil sebagai senjata yang tidak kalah tajamnya dibandingkan dengan senjata yang sesungguhnya.

Karena itulah misalnya, dalam berbagai gerakan revolusi, seni seringkali menjadi ujung tombak. Di era revolusi Indonesia menuju kemerdekaan, kita punya angkatan 45 yang karya-karyanya begitu kental dengan semangat perjuangan. Memasuki medio 60-an, PKI faham benar dengan ini, karena itulah mereka sampai membentuk LEKRA yang kemudian berkat propaganda Orde Baru sangat terkenal dengan lagu Genjer-genjer-nya. Bahkan menjelang reformasi, Wiji Thukul dengan puisi-puisinya menjadi salah satu orang yang dianggap berbahaya dan perlu untuk dihilangkan.

Sebuah karya sastra yang baik harus mampu menangkap semangat zamannya. Karena itulah, tidak jarang sastra adalah cara yang tepat untuk menyampaikan kritik-kritik sosial terhadap ketidakadilan, pendobrakan terhadap kekolotan serta menyuarakan tuntutan revolusi.

Beberapa hari ini saya baru menyelesaikan membaca salah satu karya dari negarawan, ulama sekaligus sastrawan brilian yang pernah dimiliki negeri ini, Buya HAMKA. Merantau ke Deli adalah karya ketiga setelah Di Bawah Lindungan Ka’Bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wiijck. Masih mengangkat tentang kisah romansa yang mengharu biru, Merantau ke Deli lebih menyasar konflik hubungan yang lebih dewasa yaitu rumah tangga.

Haji Abdul Malik Karim Amrullah, salah satu sastrawan, negarawan dan juga ulama
(sumber gambar: wikipedia)
Namun jika ditanyakan kepada saya, apa sebenarnya yang ingin disampaikan Buya Hamka dari ketiga karyanya yang telah saya baca ini, jawaban saya hanya satu, “Hamka (yang notabene adalah orang minang) sedang protes terhadap hukum adat istiadat minang.” Adat-istiadat Minangkabau yang matrilineal dengan segala tetek bengeknya adalah salah satu fokus kritikan utama Hamka, yang dibeberapa karyanya tersebut digambarkan sebagai penyebab terpisahnya tokoh-tokoh utama yang sebenarnya saling mencintai.

Protes ini terasa kental sekali dalam misalnya Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Merantau ke Deli yang mana kisah cinta utamanya adalah tentang dua karakter yang berbeda suku. Yang satu orang Minangkabau asli dan yang satu adalah orang yang berasal dari suku lain. Uniknya, kedua novel itu memberikan kita gambaran bagaimana dampak dari sistem adat Minangkabau yang matrilineal itu berlaku baik pada kaum perempuan maupun laki-laki. Di TKVDW, Hayati yang orang minang, sementara Zainuddin, yang orang minang-makasar tak dianggap bersuku minang. Sementara di  MKD, Leman-lah yang orang Minangkabau, sementara istrinya Poniyem adalah orang Jawa. Digambarkan pada kedua kisah itu, bagaimana adat minang yang kaku itu membuat tokohnya mengalami kemalangan.

Saya tidak ingin ikut menghakimi adat Minangkabau yang saya sendiri tidak begitu tahu bagaimana bentuknya. Lagipun saya yakin, Hamka menangkap wajah zaman itu dimana untuk hari ini mungkin telah banyak terjadi perubahan dalam adat-istiadat tersebut. Namun kalau kita melihat karya-karya Hamka ini, bolehlah kita bersetuju bahwa adat-istiadat yang berlaku saat itu kerap kali merugikan dan dianggap tidak tepat.

Hamka seolah ingin menegaskan bahwa adat-istiadat yang berlaku di ranah Minang kala itu lebih banyak karena pertimbangan harta. Hamka yang juga seorang ulama mungkin hendak pula mengkritik kebiasaan adat tersebut yang  ia anggap tidak sesuai ajaran Islam. Padahal sudah umum tersebut bahwa di tanah minang, Adat bersendi syara’, dan syara’ bersendi kitabullah.


Konon MKD adalah karyanya yang dianggap terbaik oleh HAMKA sendiri
(Sumber gambar: koleksi pribadi)
Juga kerasnya kritik Hamka adalah perasaan bangga diri orang Minangkabau dengan kesukuannya. Hal ini tampak jelas dalam kalimat, tiada beradat, bersuku, berlembaga, berkaum kerabat, berninik-mamak yang terus diulang-ulang yang dirujukkan pada tokoh-tokoh yang tak bersuku Minang. Bahkan dalam MKD, tokoh Poniyem yang secara budi bahasa, kelakuan dan perangai disukai oleh semua kerabat suaminya, namun tetap saja dipandang rendah hanya terkarena mereka bukan “orang awak”. Hanya orang minang yang dianggap bersuku berlembaga, sementara orang luar tidak.

Hamka juga menggambarkan perangai orang Minang yang tidak pula selalu baik. Misalnya Aziz pada TKVDW dan Mariatun dalam MKD. Seolah Hamka ingin menegaskan bahwa dengan menjadi orang minang tidak membuat seseorang menjadi lebih baik. Selain itu dalam kedua novel itu juga dimunculkan tokoh yang orang Minangkabau asli namun tidak merasa menurutkan adat itu adalah sebuah keharusan. Hal ini bisa dilihat pada karakter Muluk dan Bagindo Kayo yang keduanya menjadi teman diskusi bagi si tokoh utama. Kedua tokoh ini seolah menjadi wakil Hamka untuk “berbica” di dalam novelnya. 

Khusus untuk MKD, kita juga mungkin akan dapat menyimpulkan bagaimana pandangan-pandangan Hamka soal poligami. Hamka, meski dalam banyak kesempatan mengaku tak keberatan dengan praktik poligami, namun dalam novel ini ia bisa menggambarkan dengan jelas bagaimana beratnya praktik tersebut dari sisi perempuan. Setidaknya hal ini akan membuka cakrawala baru bagi kita untuk mengenal lebih dalam lagi tentang sosok Hamka.

Pada akhirnya kedua novel Hamka ini adalah cara Hamka untuk bicara terhadap perlakuan adat kaumnya pada zaman itu. Dan sebenarnya Hamka tidak sendirian. Banyak penulis-penulis yang menyampaikan "sesuatu" melalui karya-karya mereka.

Pramoedaya Ananta Toer misalnya dengan novelnya yang paling populer Bumi Manusia yang secara tidak langsung sedang ingin mendobrak pemikiran-pemikiran feodalisme masyarakat Jawa pada masa itu serta menyampaikan pesan bahwa setiap orang bisa mengubah nasibnya.  Ataupun seperti novel Max Havelaar karya Multatuli, penulis kenamaan asal Belanda yang memberikan gambaran secara jelas bagaimana penderitaan hidup sebagai bangsa terjajah yang dialami bangsa Indonesia di era Hindia Belanda.


Max Havelaar, salah satu novel yang penting untuk sejarah Indonesia.
(Sumber gambar: dokumentasi pribadi)
Tapi bagaimanapun, menurut saya sastra tetap adalah sebuah karya seni. Sebagai sebuah karya seni, sisi keindahan dan estetika tetap harus diperhatikan. Jangan sampai karya sastra berubah menjadi sekumpulan khotbah yang membosankan. Sastra tetap harus hadir sebagai sastra. Segala pesan moral, kritik sosial atau apapun yang ingin disampaikan oleh pengarang haruslah tersampaikan secara halus. 

Karena itulah, sastra yang baik adalah karya sastra yang mampu memberikan pemahaman, pencerahan dan pemikiran yang baru bagi mereka yang telah usai membacanya, namun di sisi lain tidak merasa sedang diceramahi dengan segepok ajaran-ajaran yang terkesan seperti dogma.

Dan menurut saya Hamka berhasil melakukan itu dalam karya-karyanya. Begitupun Pram dan Multatuli.

BAGAIMANA PERUSAHAAN MENDAPATKAN PRODUK YANG AKAN DIJUAL?

Dalam kegiatan usaha, apapun itu bentuknya, produk menjadi salah satu elemen yang sangat penting. Sebelum seorang entrepreneur merencanakan hal-hal lain entah itu membuat merketing plan maupun perencanaan keuangan, menentukan produk yang akan diproduksi ataupun ditawarkan dalam kegiatan usaha.

Penyebutan produk dalam usaha tidak mengacu pada produk berwujud fisik saja. Produk yang dimaksud juga mencakup produk non fisik maupun jasa. Karena itulah boleh dibilang semua kegiatan usaha pasti menghasilkan produk. Sebuah perusahaan keuangan produknya bisa berupa asuransi, tabungan, obligasi, dll. Begitupun produk yang ditawarkan perusahaan konsultan. Produk mereka tawarkan tak berbentuk, melainkan berupa jasa konsultan.

Lalu darimanakah perusahaan mendapatkan produk yang akan dijual?

Ada beberapa macam metode yang digunakan oleh para Entrepreneur untuk mendapatkan produk yang hendak dijual. Masing metode-metode tersebut tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan juga membutuhkan treatment yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya.

Trading

Trading secara harfiah berarti berdagang. Artinya si penjual membeli barang kemudian menjual kembali barang tersebut. Jadi keuntungan dari trading berasal dari selisih harga jual terhadap harga beli. Mudahnya kegiatan trading ini kita jumpai dalam berbagai usaha ritel.

Prinsip trading, beli murah jual mahal...
(sumber gambar: tausiahmuslim.blogspot.com)
Karena sumber keuntungan dari kegiatan trading ini bersumber dari selisih harga jual dan harga beli, efektifitas dan efisiensi menjadi kunci kegiatan usaha ini. Misalnya dengan melakukan pembelian dalam jumlah besar sehingga mendapat potongan harga lebih, ataupun menambah efisiensi dalam proses distribusi. Bahkan bisa pula dengan menambahkan jasa-jasa tambahan seperti delivery service berbayar.

Trading sendiri masih diperdebatkan apakah termasuk kedalam kegiatan entrepreneurship karena boleh dibilang tidak ada proses produksi dalam kegiatan usahanya. Namun mengingat bahwa kegiatan trading juga menuntut strategi baik pemasaran maupun manajemen yang sama mumpuninya, banyak juga yang berpendapat bahwa trading adalah bagian dari entrepreneurship.

Trading juga umum sekali kita temui dalam kegiatan usaha yang menawarkan produk keuangan berupa valas maupun saham. Sebabnya karena proses kegiatan yang dilakukan hanyalah membeli kemudian menjual kembali meskipun hal itu membutuhkan kemampuan yang tidak mudah pula.

Mark Lone

Mark lone adalah kegiatan membuat produk yang menggunakan pabrikan lain, sementara itu merek adalah milik pemesan produk tersebut. Mark lone hampir sama dengan istilah private laber yang banyak dilakukan para pemilik ritel modern yang menjual suatu produk dengan merek mereka namun sebenarnya pemilik ritel tersebut tidak memiliki pabrik sendiri untuk produk tersebut.

Sebenarnya metode seperti ini sudah umum dipakai oleh banyak pemilik merek. Sebut saja misalnya produk-produk elektronik dan gadget. Biasanya pemilik merek-merek tidak memproduksi sendiri barang tersebut, melainkan diproduksi oleh pabrik yang berdiri sendiri. Si pemilik merek hanya memesan produk dengan spesifikasi dan kualitas yang telah ditentukan kemudian melabeli dengan label produk tersebut. 

Hal ini biasa dilakukan guna mengefektifkan kegiatan produksi. Sehingga entrepreneur bisa fokus pada membangun merek, menyusun diferensiasi serta rencan pemasaran produk. Selain itu, cara ini sering kali digunakan untuk mengurangi kerugian dan resiko yang disebabkan kesalahan perencanaan produksi.

Produk orang lain, namun menggunakan label sendiri
(sumber gambar: mysacredfig.com)
Kelemahan metode ini adalah sulitnya inovasi dan diferensiasi produksi sehingga mudah ditiru. Hal ini disebabkan karena produk yang dihasilkan sama dengan produk yang dipasarkan produsen pembuatnya. Karena itulah biasanya, ketika produk sudah dapat dipasarkan dengan baik dan memiliki pasarnya sendiri, entrepreneur akan memulai membangun pabriknya sendiri untuk memproduksi produk yang tadinya di mark lone-kan maupun memproduksi produk inovatif lainnya.

Impor

Impor sebenarnya serupa dengan trading, hanya saja sumbernya berasal dari luar negeri. Cara ini adalah salah satu cara yang juga banyak yang melakukan. Namun mendatangkan produk dari luar negeripun ternyata tidak mudah. Dibutuhkan jejaring produsen di luar negeri yang baik untuk bisa melakukannya.

Impor bisa dalam wujud barang baku yang akan dilakukan proses produksi kembali ataupun produk jadi. Walaupun begitu, yang lebih sering digunakan adalah impor produk setengah jadi, sehingga produsen hanya tinggal melakukan pengemasan terhadap produk yang diperoleh dari luar negeri.

Mengapa impor? Tentu saja pilihan impor tidak membutuhkan investasi yang besar ketimbang dengan memproduksi sendiri. Selain itu resiko-resiko yang harus dihadapi dalam proses produksi juga bisa dihindari. Selain itu, impor juga sering kali memberi pilihan produk yang unik dan tidak bisa dijumpai di dalam negeri. 

Produk Sendiri

Melakukan proses produksi sendiri mungkin adalah pilihan yang memiliki tantangan yang paling besar. Dibutuhkan investasi yang lebih besar, serta dihadapkan pula dengan resiko kegagalan yang cukup besar di tiap tahapannya.

Namun tentu ada pula kelebihannya. Seandainya produk yang di tawarkan berhasil diserap oleh pasar dengan baik, entrepreneur bisa lebih fleksibel dalam menentukan keuntungan karena semua ditangani sendiri. Selain itu, dengan cara lain beban biaya atas produk bisa jadi lebih besar. Namun dengan memproduksi sendiri, harga jualpun bisa ditekan menjadi lebih murah.

Semakin besar skala produksi maka semakin besar pula sumber daya yang dibutuhkan. Proses produksi sendiripun menuntut ketersediaan bahan baku yang berkesinambungan. Beberapa produk juga diwajibkan memiliki berbagai macam izin yang ketat. 

Membangun pabrik membutuhkan modal dan sumber daya yang tidak sedikit
(sumber gambar: internasional.republika.com)
Karena itulah, alternatif pilihan dengan memproduksi sendiri produknya harus berdasarkan riset yang matang. Yang menjadi acuannya haruslah kebutuhan pasar. Jangan sampai kita membuat produk yang tidak ada pasarnya, ataupun produk sejenis itu namun telah kelewat dari momentum produk.

Menentukan produk adalah pilihan yang sangat menentukan. Produk yang tepat dengan pemasaran yang benar serta momentum yang menguntungkan, akan menjadi elemen penentu keberhasilan sebuah produk. Karena itulah, sebaiknya rencanakan produk yang akan dipasarkan sedemikian rupa agar perencanaan pemasaran benar-benar siap dan tepat untuk diaplikasikan.

Senin, 28 September 2015

PONTIANAK: DARURAT KABUT ASAP

Sudah berjalan hampir beberpa pekan. Namun kondisi cuaca di beberapa daerah di Indonesia belum juga membaik. Termasuk juga Pontianak. Kondisi cuaca yang saya maksud adalah tentu saja merujuk pada kabut asap yang tidak juga berhasil diselesaikan.

Sebenarnya memang banyak faktor yang menyebabkan dampak kabut asap pada tahun ini menjadi cukup parah. Salah satunya gangguan iklim yang kita kenal dengan nama El Nino. Dampak El Nino sendiri terhadap perubahan cuaca global terutama Indonesia adalah terjadinya kekeringan dan menurunnya curah hujan secara signifikan. Mengutip dari pernyataan yang dirilis BMKG pada bulan Juni kemarin, musim penghujan di Indonesia yang biasanya sudah mulai di bulan September, untuk tahun ini bisa jadi mundur hingga November bahkan Desember sebagai dampak El Nino.

Gambaran el nino yang biasa melanda indonesia dan sebabkan kekeringan
(sumber gambar: nasional.sindonews.com)
Namun kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan alam sebagai kambing hitam dari masalah asap ini. Ketidak sanggupan pemerintah untuk menertibkan para pembakar lahan juga masih menjadi catatan merah padahal kebakaran lahan terjadi setiap tahun dan terus berulang. Ketimbang memperdebatkan siapa yang lebih patut disalahkan antara para petani tradisional atau pemilik perkebunan, harusnya pemerintah sudah punya data sendiri dan mengkaji permasalahan ini agar tidak muncul kembali.

Jujur, awalnya sebagai masyarakat pontianak, saya beranggapan untuk tidak mengeluh. Terlebih sebagai sesuatu yang terus datang berulang, saya dan masyarakat Pontianak mungkin sudah cukup bisa berdamai dengan kabut asap. Walau jelas akan banyak kerugian yang dirasakan. Saya sangat setuju dengan pendapat salah seorang penulis negeri ini yang ikut berkomentar ketika pemerintah negeri ini ngomel-ngomel ketika negeri tetangga protes oleh kabut asap yang kita hasilkan. Menurut saya, ketimbang ngomel-ngomel, harusnya pemerintah minta maaf dengan rakyatnya karena belum juga berhasil mencari solusi menangani kabut asap ini. Bayangkan pemerintah Singapura dan Malaysia yang hanya terkena asap kiriman saja sedemikian khawatir dengan rakyatnya sehingga sampai merasa perlu melayangkan protes kepada Indonesia, apalagi yang dirasakan oleh rakyat negeri ini di Kalimantan dan Sumatra yang menjadi pusat dari segala kejadian ini.

Bayangkan, di kota Pontianak saja, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) nyaris selalu berada di level yang sangat berbahaya. Seluruh masyarakat dipaksa harus bernafas dengan oksigen yang bercampur asap. Akibatnya banyak sekolah diliburkan. Penderita ISPA-pun meningkat.  

Pengalaman buruk lainnya adalah gangguan dalam penyelenggaraan transportasi udara. Hal ini saya alami langsung. Hari minggu kemarin (27/9), nyaris semua penerbangan menuju Pontianak dibatalkan. Ribuan penumpang terpaksa luntang-lanung tanpa kejelasan. Termasuk juga saya yang harus terjebak di Bandara Soekarno-Hatta nyaris seharian. Jadwal penerbangan saya yang jam 11 pagi, ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan dan kemudian dibatalkan. Jarak pandang kota Pontianak dibawah dibawah 500 meter yang tidak memungkin penerbangan dilakukan.

Saya yang harus kerja kembali esoknya dibuat ketar-ketir. Bagaimanapun saya harus pulang pada hari itu juga. Reschedule yang diberikan oleh maskapai hanya memberikan opsi penerbangan pada hari berikutnya yang tidak mungkin saya ambil. Terpaksa saya mencari tiket baru untuk penerbangan malam itu juga yang pasti akibatnya harga tiket melonjak menjadi dua kali lipat. Itupun tanpa kepastian bahwa pesawat akan benar-benar berangkat. Untungnya akhirnya pesawat benar-benar berangkat, meski membuat saya harus rugi waktu dan rugi pula secara finansial. Dan yang melakukan tindakan seperti yang saya lakukan tidak cuma saya sendiri, beberapa yang bernasib sama juga terpaksa melakukannya. Pun mereka yang memilih reschedule menjadi esok hari, juga tetap harus mengeluarkan biaya untuk akomodasi dan transportasi tambahan serta pula tidak dapat dipastikan akan bisa benar-benar terbang pada keesokan harinya.


Buat yang berencana ke Pontianak, siapkanlah diri menerima delay dan pembatalan penerbangan
(sumber gambar: koleksi pribadi)
Di hari yang sama itu pula beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh teman-teman event organizer yang saya kenal juga mengalami pembatalan. Sebabnya pengisi-pengisi acara mereka juga tidak berhasil menjangkau Pontianak. Tentu saja ini juga merugikan secara materil. Berapa dana yang dibutuhkan untuk menyiapkan sebuah acara namun kemudian terpaksa batal. Beberapa teman baru dikenal yang saya temui dalam penantian panjang delay pesawat saya pun mengeluhkan bagaimana kepentingan-kepentingan mereka bakal terganggu dengan kabut asap yang membuat dibatalkannya banyak penerbangan ini. 

Sungguh, kerugian langsung dari kabut asap ini mungkin sudah mencapai jumlah yang tidak terperkirakan lagi. Belum lagi kerugian tidak langsung, yang jumlahnya bahkan bisa tidak masuk akal baik secara materil dan non materil. Pemerintah juga pasti sedang berusaha menyelesaikan semua masalah ini. Namun jelas kita berharap bencana kabut asap ini bisa ditangani secara berkesinambungan.

Kemarin saya sempat ngobrol dengan Rudi Zapariza, Project leader WWF-Indonesia program Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. Beliau menegaskan bahwa masalah kabut asap ini seharusnya bisa dihadapi dengan lebih siap oleh pemerintah. Terlebih peringatan akan kemungkinan El Nino ini sudah datang jauh-jauh hari. Sudah seharusnya pemerintah menyiapkan langkah-langkah preventif agar kebakaran lahn tidak terjadi.

Selain itu menurut beliau, penanganan kabut asap ini harus berkesinambungan dan menyeluruh. Idealnya penanganan kabut asap ini dilakukan jauh-jauh hari sebelum musim kemarau datang dan melibatkan semua pihak yang berperan terhadap permasalahan ini. Menurutnya jika benar permasalahan asap ini disebabkan perladangan masyarakat lokal, pemerintah harusnya melakukan pembinaan agar pembakaran lahan ini tidak dilakukan. Sementara seandainya memang dilakukan perkebunan-perkebunan besar, sudah selayaknya pemerintah bertindak tegas. Pemerintah seharusnya sudah memiliki data terkait ini dan mampu mengkaji tindakan apa yang harus dilakukan agar bencana kabut asap ini tidak terulang.


Ruzi Zapariza, Project Leader WWF-Kalimantan Barat untuk daerah Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu
(sumber gambar: koleksi pribadi)
Demikianlah derita Pontianak ditengah kepungan kabut asap kemarin. Festival titik kulminasi yang biasa diperingati setiap pertengahan september dan menjadi salah satu event pariwisata Pontianak pun urung digelar. Jika sudah seperti ini, siapakah dirugikan? Yang pasti kita semua rugi. Kerugian yang semoga di tahun-tahun kedepannya tidak lagi terulang.

Tulisan ini mungkin hanya keluhan salah seorang warga Pontianak yang merasa kabut asap sudah sangat menyusahkan dan berharap mendapatkan solusi yang lebih baik. Anggap saja sebuah curhat yang tidak jelas ditujukan pada siapa. Namun buat mereka yang tinggal di daerah kabut asap, atau hendak pergi ke daerah terdampak asap, pasti tahu bagaimana tidak nyamannya hidup dalam kepungan asap seperti yang saya alami saat ini. 

Jumat, 18 September 2015

PENANGANAN BATU SALURAN KEMIH DENGAN ESWL

Penyakit batu saluran kemih adalah salah satu penyakit yang umum ditemui di Indonesia. Biasanya juga dikenal dengan penyakit batu ginjal ataupun kencing batu oleh masyarakat. Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan membahas panjang lebar tentang penyakit ini bersama dr. Budi Phua, dokter umum dari RS Mitra Medika Pontianak yang biasa turut serta mendampingi dalam penanganan penyakit ini dengan metode ESWL.


Bersama dr. Budi Phua (paling kiri) dari RS Mitra Medika
(sumber gambar: dok. pribadi)
Penyakit batu saluran kemih sendiri adalah penyakit yang muncul akibat ditemukannya batu disepanjang saluran kencing yaitu ginjal, ureter, kandung kemih dan saluran urethra. Munculnya batu ini bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya berasal dari endapan mineral-mineral yang tidak terbuang sempurna melalui saluran ekskresi. 

Gejala penyakit batu saluran kemih ini bisa berbeda-beda berdasarkan letak batuk. Umumnya ditandai dengan rasa nyeri disekitar pinggang ataupun perut yang menjalar hingga lipatan paha bahkan buah zakar (pada laki-laki). Selain itu, kadang-kadang air seni berwarna kemerahan atau keruh serta ada rasa nyeri di akhir kencing. Hal ini biasanya terjadi ketika ukuran batu sudah cukup besar. Namun dalam kebanyakan kasus, penyakit ini sering pula tanpa gejala terutama ketika ukuran batu masih kecil, sehingga justru dikenali ketika sedang melakukan general check-up. Meski mayoritas kasus batu saluran kemih ini terjadi pada laki-laki, namun penyakit ini juga menyerang kaum wanita.

Penanganan penyakit saluran kemih ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan memberikan obat dan operasi bedah.

Penanganan dengan pemberian obat-obatan umumnya dilakukan ketika batu masih berukuran kecil. Dokter spesialis urologi biasanya akan memberikan obat medis yang akan membuat batu saluran kemih ini hancur dan luruh keluar bersama urin.

Jika penanganan dengan obat tidak memungkinkan, upaya medis yang dilakukan adalah mengeluarkan batu dengan proses bedah. Ada dua macam model bedah untuk penanganan penyakit ini. Yaitu dengan bedah konservatif yaitu proses bedah sebagaimana yang biasa kita kenal.

Metode bedah lainnya adalah dengan ESWL atau Extra-corporeal Shock Wave Lithotripsy. Dengan mesin ESWL, batu saluran kemih akan dihancurkan dengan cara mengirimkan semacam gelombang kejut. Kemudian batu saluran kemih yang telah dihancurkan tersebut akan keluar bersama air kencing/ urine. Banyaknya penanganan dengan metode ESWL akan dilakukan berdasarkan ukuran batu dan zat pembentuknya. Untuk yang berukuran besar bisa jadi dibutuhkan beberapa kali proses penanganan agar batu tersebut hancur sebagaimana yang diharapkan. 

Ada beberapa keunggulan dari metode ESWL ini dibanding metode bedah biasa. Seperti bahwa tidak perlu adanya proses bedah biasa (tanpa luka dan pembiusan), sehingga tidak perlu adanya proses rawat inap yang memakan waktu. Bahkan setelah proses penanganan dengan ESWL ini, pasien akan bisa langsung kembali beraktivitas sehingga sangat cocok sekali untuk mereka yang sibuk dan tidak memiliki waktu banyak untuk menjalani proses operasi bedah konvensional. Selain itu, karena tanpa ada proses pembedahan, metode ini juga tidak menimbulkan rasa sakit berlebih yang mungkin muncul jika menggunakan metode bedah biasa. Boleh dibilang metode ESWL ini adalah tindakan yang cukup aman, efektif dan dengan resiko yang jauh lebih kecil dibandingkan operasi biasa yang mengharuskan pembiusan total.

Pertama dan satu-satunya dengan metode ESWL di Pontianak...
(sumber gambar: kalbar.antaranews.com)
Untuk di kota Pontianak, mesin ESWL untuk penanganan batu saluran kemih ini baru bisa ditemui di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak. RS Mitra Medika adalah yang pertama dan satu-satunya di Pontianak yang akan memberikan penanganan saluran batu kemih dengan cepat, tepat dan efektif.

Informasi lebih lanjut bisa datang ke: 
RS Mitra Medika Pontianak, Jl. Sultan Abdurrahman No. 25 Pontianak, Indonesia.
Telp : 0561 - 584-888 

Kamis, 17 September 2015

MENCARI MODAL SELAIN DARI PINJAMAN BANK


Modal selalu menjadi momok bagi banyak pengusaha baru. Mereka menganggap bahwa modal adalah segalanya sehingga menjadikan kekurangan modal sebagai alasan untuk tidak memulai usaha. 

Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Modal tetap instrumen penting yang juga menentukan keberhasilan, namun bukanlah segala-galanya. Banyak usaha yang dimulai dengan modal besar justru gagal, sementara tidak sedikit usaha dengan modal minim justru berhasil meraup kesuksesan. Modal tetap penting, namun ide dan ketekunan jauh lebih penting. Apalagi banyak juga usaha yang bisa dimulai dengan modal yang nyaris nol (baca: Memulai usaha dengan modal minim) namun dengan ketekunan telah terbukti banyak yang berhasil meraih hasil tidak sedikit.

Selain menggunakan modal sendiri, menggunakan modal pinjaman adalah pilihan yang sering kali digunakan para pengusaha untuk memulai ataupun mengembangkan usahanya. Modal pinjaman ini umumnya berasal dari orang lain yang bisa siapa saja. Entah orang tua, saudara, pacar, tetangga, kenalan bahkan hanya teman biasa namun punya visi yang sama dalam bisnis. Selain itu lumrah juga kita mendapatkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya meski resikonya kita harus berhadapan dengan bunga yang kadang tidak kecil.

Ada banyak orang kaya di dunia ini yang tak tau mau investasi kemana lagi...
(sumber gambar: arryrahmawan.net)
Nah, selain cara-cara tersebut, ternyata ada cara-cara lain yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan modal guna membangun atau mengembangkan usaha kita. Percayalah selama ide dan prospek benar-benar menjanjikan sebuah usaha pasti akan kesulitan mendapat dukungan modal.

Di dalam dunia start-up ada yang dikenal dengan perusahaan investor atau funding. Perusahaan ini menawarkan produk keuangan yang bermacam-macam jenisnya. Umumnya perusahaan ini fokus pada salah satu atau beberapa bidang bisnis saja. Untuk saat ini perusahaan funding ini cukup populer di kalangan pengusaha bidang IT.

Memperoleh dukungan investasi dari perusahaan ini jauh lebih sulit dari bank. Umumnya perusahaan funding ini memiliki tim dan manajemen yang baik, sehingga analisa dan perhitungan mereka ketika hendak berinvestasi ataupun mendanai sebuah proyek sangat cermat. Hanya usaha yang memiliki masa depan cerah yang akan mendapat bantuan pendanaan.

Namun jangan terburu-buru dulu menyiapkan proposal untuk memperoleh pendanaan. Sebelumnya kita harus mengetahui jenis-jenis perusahaan funding dan investasi ini karena selain memiliki SOP yang berbeda-beda terkait pendanaan, masing-masing jenis perusahaan ini akan mendatangkan konsekuensi yang berbeda-beda pula.

Private equity

Perusahaan private equity berfokus pada investasi untuk mengambil kepemilikan saham atau aset. Masing-masing memiliki tujuan dan strategi investasi masing-masing, namun bentuk pendanaannya adalah dengan memberikan bantuan modal kerja dengan tujuan peningkatan perusahaan.

Kebanyakan private equity menggunakan strategi laverage buyout yaitu mengakuisisi sebuah usaha guna mengambil kontrol mayoritas terhadap usaha kemudian mengembangkan usaha tersebut. Strategi lain yang juga sering digunakan adalah private capital, yaitu perusahaan memberikan investasi modal dan mendukung kerja sama jangka panjang. Tujuannya adalah ketika perusahaan yang diinvestasikan akan Go Publik, mereka akan mendapat pembagian saham yang maksimal.

Hedge fund

Hedge fund adalah perusahaan pendanaan yang mengumpulkan dana dari para investor potensial kemudian berinvestasi pada surat berharga, instrumen keuangan, dan proyek dengan keuntungan yang tinggi. Umumnya mereka berinvestasi pada aset atau produk investasi yang relatif cair.

Tidak sembarangan perusahaan investasi menjadi perusahaan hedge fund. Hanya perusahaan yang sudah terakreditasi dan manajemen yang profesional yang bisa menjadi perusahaan hedge fund. Namun demikian keberadaan perusahaan hedge fund bisa menjadi alternatif sumber pendanaan usaha kita.

Venture capital

Sebenarnya perusahaan venture capital memiliki kesamaan dengan private equity, yaitu bertujuan untuk mengambil kontrol saham dalam sebuah perusahaan. Namun pendekatan yang digunakan adalah memberikan modal pada tahap awal usaha (early stage) pada perusahaan berpotensi tinggi, bervisi global atau memiliki tekhnologi baru. Hingga kemudian perusahaan akan siap menjadi perusahaan mandiri ketika dibuka saham untuk public. Cukup banyak start-up yang berhasil menggunakan pendanaan ini seperti Facebook dan Alibaba yang berhasil meraih IPO yang cukup signifikan dari awalnya hanya sebuah perusahaan sederhana.

Trend saat ini, perusahaan-perusahaan pendanaan dan investasi ini bergerak di dunia teknologi. Namun bukan berarti mereka tidak mendanai usaha lain seperti agrikultur, properti, energi bahkan wisata. Perusahaan-perusahaan ini selalu terbuka untuk semua ide, asalkan ide tersebu memang memiliki masa depan yang cerah. Selain itu prosedurnya pun tidak mudah.Akan ada proses yang panjang dan lama sehingga sebuah usaha akan mendapat kepercayaan pendanaan dari perusahaan pemodal ini.

Jelas, modal adalah hal kesekian, ide dan ketekunan adalah kuncinya...
(sumber gambar: parkbuzz.com)

Pada intinya, semua perusahaan keuangann akan selalu melihat pada master plan bisnis yang ditawarkan, jangkauan market, return of investment, risk and gain, efek secara global, kemampuan dan pengalaman perusahaan dalam mengelola dana investasi, serta team yang akan menjalankan bisnis. Karena itulah, seberapa besar dari ide brilian yang kita hasilkan adalah penentu terbesar sukses tidaknya untuk meraih pendanaan dari perusahaan-perusahaan investasi tersebut. Sisanya bergantung pada seberapa tekun dan yakin kita pada keberhasilan. Selamat mencoba!

Rabu, 16 September 2015

BELAJAR JADI COPYWRITER DI SOSIAL MEDIA

Dahulu waktu masih belum tahu banyak hal, profesi kepenulisan yang saya ketahui hanyalah menjadi seorang penulis yang menerbitkan buku. Kemudian ternyata saya baru mengetahui bahwa profesi kepenulisan memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Tidak hanya menjadi seorang penulis yang menerbitkan buku, ternyata bakat kepenulisan juga bisa dimaksimalkan dengan berkerja di banyak sektor. Mulai dari freelance hingga yang punya kontrak eksklusif. Entah itu berpenghasilan recehan sampai yang punya honor lebih gede dari Pegawai Negeri Sipil. Nah, Copywriter adalah salah satu diantaranya. 

Apa itu Copywriter? Mungkin tidak terlalu banyak yang mengetahui profesi satu ini. Namun bagi mereka yang bergelut di dunia marketing ataupun periklanan pasti akrab dengan kerjaan copywriter. Sebuah perkerjaan yang menuntut mereka yang terjun di dalamnya harus selalu kaya ide, kreatif dan akrab dengan kata.


Copywriter bukan tukang jaga fotocopy...
(sumber gambar: blog.kaosngartun.com)
Pengertian Copywriter menurut wikipedia adalah profesi di bidang periklanan yang bersifat komersial yang tugasnya menulis naskah iklan, baik untuk iklan cetak (print ad), iklan televisi (TV commercial), iklan radio (Radio commercial) dan segala macam bentuk komunikasi marketing. Sederhananya merekalah menulis susunan kalimat dan kata yang dipakai dalam segala macam iklan. Jadi ngerti sekarangkan bahwa copywriter itu bukan tukang jaga mesin fotocopy?

Sederhananya, segala bentuk komunikasi iklan yang membuat naskahnya adalah si copywriter ini. Menulis artikel iklan di majalah, naskah iklan untuk radio, nulis untuk advertorial di web. Termasuk juga membuat slogan-slogan unik yang biasa kita dengar di televisi seperti "selalu yang terdepan," milik sebuah brand sepeda motor, atau "berani kotor itu baik," milik sebuah brand deterjen.

Sekilas terdengar mudah, namun sebenarnya sangatlah susah. Sebuah iklan harus memiliki yang namanya stopping power. Ambil contoh ketika kita sedang menonton televisi. Ketika masuk iklan, seorang penonton memilik kekuatan absolut untuk tidak menyaksikannya. Penonton akan dengan mudah memencet remote dan berpindah chanel yang sedang tidak menayangkan iklan. Di sinilah pentingnya keberadaan stopping power yang bertujuan untuk membuat durasi orang melihat iklan menjadi lebih lama. Itu ditelevisi, di media-media lain seperti media cetak atau media billboard tantangan membuat stopping power ini bisa jadi lebih sulit.

Ternyata tidak mudahkan menjadi seorang copywriter? Tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari. Biasanya mereka yang bergelut di dunia ini adalah jebolan dari jurusan komunikasi di universitas. Namun sebenarnya tidak ada pendidikan formal yang diharuskan untuk menjadi seorang copywriter. Yang dibutuhkan hanyalah skill menulis yang baik, kreatifitas tanpa batas dan ide-ide unik yang nggak ada habisnya. Karena itu semua orang bisa saja menjadi seorang copywriter kalo mau belajar dan terus berlatih.

Tetarik untuk mencoba menjadi seorang copywriter?

Kita bisa memulainya dengan berlatih copywriting di media sosial. Semua pasti punya media sosial kan? Nah, jangan cuma jadikan media sosial sebagai ajang curhat atau ngobrol nggak jelas. Mari jadikan akun sosial media kita sebagai tempat untuk belajar copywriter dan mempromokan diri bahwa kita punya bakat untuk jadi seorang copywriter.

Caranya bagaimana?

Misalnya di Instagram. Setiap foto yang akan kita posting harus kita lengkapi dengan caption yang menarik sehingga bisa memberi nilai tambah pada gambar tersebut. 

Begitupun di twitter dan facebook, gunakan pilihan kalimat yang memang tertata dengan unik sehingga dapat menarik mereka yang membacanya. Jadi walaupun galau, status yang kita buat tetap berkesan elegan.

Ambil contoh akun Budiman Hakim, seorang copywriter berpengalaman. Setiap caption dari akun media sosialnya selalu menarik untuk dibaca. 

Caption instagram pak Budiman Hakim selalu keren...
(sumber gambar: instagram)
Nyoba juga bikin caption yang menarik, ternyata masih harus banyak belajar
(sumber gambar: instagram)

Gimana, menarik bukan? Sambil eksis kita juga bisa belajar gimana copywriting. Siapa tahu suatu saat kita bisa jadi copywriter beneran.
Copyright © 2014 SANTOSA-IS-ME